Warga Cicadas Tolak Keras Perlintasan Galian Tanah Merah

BOGOR, INDONEWS – Penggalian tanah di Kampung Rawabule, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor diprotes warga. Selain menganggu aktifitas warga, galian C tersebut dianggap bahaya, juga mengancam warga karena lintasan mobil dump truck yang membawa tanah merah melintasi pipa gas pertagas pertamina yang dikhawatirkan warga meledak.

Di lokasi demo, perwakilan dari salah satu warga Desa Cicadas, Yusup Aditia mengatakan masyarakat perwakilan dari 18 RW di Desa Cicadas sudah menyampaikan keberatan kepada Kepala Desa Cicadas dan kepada pihak kontrator galian.

“Masyarakat meminta kejelasan izin galian dan izin perlintasan galian tanah merah tersebut. Kami sudah melakukan penyampaian keberatan karena izin galian dan izin perlintasan jalan dump truck itu belum jelas, apa lagi kami yang terkena imbas dari pengalian dan perlintasan mobil pengangkut tanah merah tersebut,” ujarnya, Ahad (5/10/2020).

Ia menuturkan, keberatan disampaikan warga atas perlintasan galian yang mengancam keselamatan warga khusus warga yang disekitar pipa gas pertagas pertamina.

“Warga takut pipa gas meledak karena jembatan yang dibuat dirasa kurang memenuhi standar dan rentan bahaya. Beberapa warga juga mengeluh, terutama mereka yang berdekatan dengan lokasi perlintasan takut meledak. Mereka minta ganti rugi kemana, apa lagi izin galian tanah merah tersebut patut dipertanyakan,” papar Yusup.

Protes warga sempat dilakukan dengan melakukan demontrasi dan menutup jalan perlintasan yang dilewati mobil pengangkut tanah. Warga meminta agar kegiatan atau aktivitas galian dihentikan sebelum surat perizinan dari Pertagas ada dan jelas.

“Walaupun saat ini belum ada dampak yang signifikan ke pemukiman warga, namun imbasnya jalan retak dan debu serta jalan licin ketika diguyur hujan protes dan demo ini sudah yang kedua kalinya kami lakukan dilokasi ini,” kata dia.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, galian tanah merah yang diangkut dump truck berceceran di jalan dan melintasi pipa gas Pertagas pertamina.

“Akibatnya, debu sering menganggu dan jalan cor yang baru jadi retak serta bahaya pipa gas pertamina meledak karena lintasan mobil melalui pipa gas yang diduga tidak memenuhi standar dari Pertamina. Seharusnya kepala desa bisa mendengar keluhan dan kekawatiran kami, apa lagi kami ini warganya jangan nanti karena kepentingan mereka kami yang jadi korban,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa hal itu sudah dijelaskan dengan pihak yang aksi dan sudah beres.

“Iya itu sudah dicek sama pihak Pertagas juga penanggung jawab dari pelaksana, akan ada perbaikan lanjutan sambil berjalan pengecekan oleh Pertagas tetap berjalan,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook