Selama September, 185 Bencana Alam Terjadi di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS – Selama September 2020, wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda 185 bencana alam. Hal itu terjadi di 34 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Adapun Kabupaten Bogor terdiri dari total 40 kecamatan.

Musibah tersebut merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, bencana hidrometeorologi masih dominan di 127 desa wilayah Kabupaten Bogor.

“Paling tinggi yakni angin puting beliung sebanyak 73 kali, serta disusul kejadian bencana lain di antaranya tanah longsor 37 kali dan banjir bandang 10 kali,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Kemudian bencana lainnya berupa pergeseran tanah, kekeringan dan kebakaran. “Total bencana lain itu ada rumah roboh, pohon tumbang dan jembatan rusak, dari 127 desa di 34 kecamatan,” kata Adam.

Menurut dia, sejumlah bencana tersebut berdampak pada kerugian harta benda hingga korban jiwa. Dari catatan BPBD, ada sebanyak 20.392 kepala keluarga (KK) dan 62.429 jiwa yang terdampak akibat bencana yang terjadi selama September.

Kemudian di antaranya ada 64 KK yang harus mengungsi. “Meninggal dunia 1 orang, luka berat 1, luka ringan 6,” kata dia.

Sedangkan, dari segi infrastruktur, menurut Adam, bencana juga berdampak pada kerusakan di sektor permukiman sebanyak 566 unit rumah.

Kemudian, sarana pendidikan ada 11 unit, sarana ibadah 15 bangunan. Kemudian, ada 8 fasilitas umum seperti pemerintahan, kesehatan dan sosial mengalami kerusakan.

“Untuk rumah warga yang rusak itu termasuk kerusakan ringan, berat dan terancam. Sisanya jembatan rusak ada 5 dan pertanian ada 2 hektar,” tutur Adam.

Sementara itu, salah satu wilayah yang merasakan angin puting beliung yakni Kampung Cipandawa, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di sana ada 2 gerbong hunian sementara (Huntara) yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada akhir September 2020. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan merusak dinding hingga ambruk. Mirisnya, Huntara yang rusak di Kampung Cipandawa ini sebelumnya telah ditempati para korban longsor Sukajaya yang terjadi pada awal 2020 lalu.

“Iya betul (rusak), ini Huntara yang baru dibangun buat relokasi korban longsor awal tahun itu,” kata Sekretaris Kecamatan Sukajaya Ridwan saat dihubungi Kompas.com.

Setiap huntara terdiri dari 20 sekat dan masing-masing diisi oleh satu keluarga yang luasnya sekitar 3×4 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 34 jiwa dari 11 KK terpaksa diungsikan kembali.

Ridwan menambahkan, BPBD dan personel dari TNI-Polri serta masyarakat sudah melakukan pembersihan puing-puing sisa atap yang berterbangan. BPBD dan pihak kecamatan juga melakukan pendataan supaya bisa mengevakuasi masyarakat yang rumahnya rusak ke tempat yang lebih aman.

“Kita sudah laporkan ke Bupati langsung, ditembuskan kepada dinas terkait dan alhamdulillah tertangani sudah warganya,” kata Ridwan. ***

Sumber: Kompas | INDONEWS
Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook