Terkait Lintasan Galian di Cicadas, Warga Surati Pertamina Pusat

BOGOR, INDONEWS – Kurang lebih 100 perwakilan kepala keluarga di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menyatakan protes dan keberatan dengan adanya perlintasan galian tanah merah yang berbahaya di Cicadas.

Demo dan protes disertai menutup jalan perlintasan galian tanah merah di Rawa Bule ini sudah dua kali dilakukan. Namun tidak ada respon dan tanggapan pasti dari pihak kontraktor maupun pemdes, serta terkesan tutup mata.

Masyarakat meminta kejelasan izin galian dan izin perlintasan galian tanah merah yang melintasi pipa gas pertamina.

“Kami sudah melakukan penyampaian keberatan karena izin galian dan izin perlintasan jalan dump truck itu belum jelas, apalagi kami yang terkena imbasnya dari pengalian dan perlintasan mobil pengangkut tanah merah tersebut,” ujar salah satu warga yang protes, Kamis (8/10/2020).

Ia menuturkan, keberatan warga atas perlintasan galian yang mengancam keselamatan warga khusus warga yang disekitar pipa gas pertagas pertamina. Warga takut pipa gas meledak karena jembatan yang dibuat dirasa kurang memenuhi standar dan bahaya.

“Beberapa warga juga mengeluh, terutama mereka yang berdekatan dengan lokasi perlintasan takut meledak. Mereka minta ganti rugi kemana apa lagi izin galian tanah merah tersebut patut dipertanyakan,” paparnya.

Protes warga sempat dilakukan melakukan demo dan menutup jalan perlintasan yang dilewati mobil pengangkut tanah.Warga meminta agar kegiatan atau aktivitas galian dihentikan sebelum surat perizinan dari Pertagas (Pertamina) ada dan jelas.

“Walaupun saat ini belum ada dampak yang signifikan ke pemukiman warga, namun imbasnya jalan retak dan berdebu, serta jalan licin ketika diguyur hujan,” katanya.

Salah seorang warga juga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, galian tanah merah yang diangkut dump truck berceceran di jalan dan melintasi pipa gas Pertagas Pertamina. Akibatnya, debu sering menganggu dan jalan cor yang baru jadi retak serta bahaya pipa gas pertamina meledak karena lintasan mobil melalui pipa gas yang diduga tidak memenuhi standar dari Pertamina.

“Seharusnya kepala desa bisa mendengar keluhan dan kekawatiran kami. Apalagi kami ini warganya, jangan nanti karena kepentingan mereka, kami yang jadi korban,” ujar dia.

AA, salah satu warga yang memprotes lintasan jalan dump truck yang bahaya tersebut menjelaskan, bahwa saat ini sudah hampir 100 kepala keluarga yang memprotes dan keberatan dengan adanya kegiatan lintasan galian tersebut.

“100 kepala keluarga yang keberatan saat ini sudah menuangkan tanda tangan surat protes dan keberatan,” tegasnya.

Menurutnya, tanda tangan surat protes dan keberatan yang dibuat sudah dilayangkan ke pertamina pusat dan tembusan ke instansi terkait. “Kami berharap cepat ada tanggapan dari pihak pertamina pusat serta instansi terkait agar melakukan sidak ke lokasi galian serta lintasan mobil,” tuturnya.

Kepada pihak kontraktor agar menghentikan dulu aktivitasnya sebelum izinnya jelas. “Kami juga berharap kepad kepala desa agar kiranya bisa mendengar dan merespon keresahan kami, karena kami ini warga Cicadas dan seharusnya keresahan kami menjadi keresahan kepala desa juga,” tegasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook