Terkait Situasional Politik, PDI Perjuangan Bogor Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan

BOGOR, INDONEWS – Menyikapi surat edaran Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto soal situasional politik saat ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor langsung menanggapi surat edaran tersebut.

Hal itu terkemuka saat digelar apel siaga bersama Satuan Tugas (Satgas) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, halaman sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jln. Tegar Beriman, 45, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2020).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, HR. Bayu Syahjohan menyampaikan kembali sejumlah poin arahan dari PDI Perjuangan pusat.

“Arahan tersebut, pertama kami diminta untuk terus memperkuat jejaring politik partai melalui 3 pilar Partai. Gerakkan seluruh komponen Partai tersebut guna membantu menurunkan tensi politik,” jelas Bayu.

Kedua, lanjutnya, kader banteng diminta mensosialisasikan hal-hal positif tentang Undang-undang Cipta Kerja.

“Pertegas penjelasan bahwa pelaksanaan UU itu akan ditentukan semangat penyelenggara pemerintahan, dan hal ini Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin adalah pemimpin yang berasal dari rakyat. Jadi semangat pemerintahannya adalah untuk rakyat. Bandingkan dengan jaman sebelumnya, UU bagus, namun mematikan rakyat, mengintimidasi rakyat serta menyerahkan perekonomian Indonesia pada asing,” papar Bayu.

Ketiga, gerakkan seluruh jejaring politik partai guna membangun dialog termasuk dengan mereka yang kritis terhadap pemerintah dan patai.

“Ke empat, tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan POLRI serta para tokoh masyarakat guna membangun suasana kondusif. Ke lima, kedepankan persatuan dan semangat musyawarah di dalam menyelesaikan setiap persoalan,” tutur Bayu.

Ke enam, tingkatkan koordinasi di internal partai. Rapat-rapat Partai dipusatkan di kantor partai. Ke tujuh, berikan penerangan kepada rakyat. Apa yang terjadi adalah bagian dari upaya memecah belah bangsa.

“Selain hal tersebut, perlu diperhatikan adanya kelompok anarko. Anarko ini memiliki jejaring internasional. Anarkisme sendiri yaitu suatu paham, ideologi, ataupun filosofi yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan. Oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan atau dihancurkan,” jelas Bayu yang masing menyampaikan arahan dari DPP PDI Perjuangan Pusat.

Diluar itu, sambungnya, ada tekanan juga dari gerakan radikalisme, gerakan para kadrun. Timur Tengah terbukti menjadi ajang pertarungan kepentingan global dipicu oleh persaingan antara Arab Saudi, Iran, dan Irak, serta sekarang perseteruan baru antara Arab Saudi dan Turki.

“Jangan pindahkan konflik TimurTengah ke Indonesia,” ujarnya.

“Seluruh anggota dan kader Partai harus waspada. Terus lalukan dialog, dengan para tokoh masyarakat. Secara khusus kantor Partai perlu peningkatan keamanan, dan siapkan berbagai bentuk protap untuk koordinasi,” tambah Bayu.

“Sekali lagi, kantor partai menjadi pusat pergerakan. Seluruh rapat-rapat partai lebih sering diadakan guna mensikapi berbagai dinamika politik yang terjadi,” tambahnya lagi.

Atas instruksi tersebut, Bayu mengaku akan menjalankannya dengan baik. Namun demikian, ia pun mengajak rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor untuk tetap bersatu dalam menjaga Keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI).

“Tensi politik boleh panas, namun kita semua adalah bersaudara, sebangsa dan setanah air. Persatuan dan perdamaian harus kita utamakan demi keutuhan NKRI,” pungkasnya. ***

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook