Protes PHK Sepihak, Sejumlah Karyawan Duduki PT M&S Aparel

BOGOR, INDONEWS – Buntuk dari Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) yang dianggap sepihak serta tanpa pesangon, sejumlah karyawan PT M&S Aparel di Desa Cibungbulang, Kabupaten Bogor berunjuk rasa, Jumat (16/10).

Massa tersebut telah dilakukan sejak 1 Agustus 2020 silam terhadap  perusahaan yang memproduksi sarung tangan ekspor dengan karyawan mencapai 350 orang.

“Kami menuntut keadialan dari perusahaan. Saya sendiri bekerja selama 9 tahun, hanya menerima 2,2 juta / bulan dan tanpa memiliki BPJS Ketenagakerjaan, itu juga masih dipotong kalau kita salah menjahit,” jelas Nia, saat melakukan aksi.

Dijelaskan, sebelumnya perusahaan melalukan PHK sepihak serta sistem gaji dirubah menjadi sistem borongan.

“Jadi tergantung berapa item yang kita dapat dalam 1 hari, itulah gaji kita. Pokoknya parah lah. Gaji disini juga paling tinggi Rp2,2 juta sebulan, itu pun sudah 9 tahun kerja. Kalau yang baru 1 tahunan paling mendapat Rp1,8 juta,” katanya.

Mereka berharap pemeritah memperhatikan nasib buruh, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Kami dalam aksi ini jaga didepan pabrik 24 jam secara bergiliran mas. Takutnya asset perusahaan ada yang ambil, soalnya pimpinan perusahaan tinggal di dalam, takutnya dia kabur,” pungkasnya. (Bintono)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook