Panitia Pilkades Kangkangi Perbup, Kecamatan Gunung Putri Terkesan tak Berdaya

BOGOR, INDONEWS – Pungutan liar (pungli) bisa dibilang sudah merebak diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor. Salah satu contohnya saja seperti di Kecamatan Gunung Putri.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, bahwa ada salah satu panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wanaherang yang melakukan pungli kepada para calon kades.

Pemilihan kepala desa di Kabupaten Bogor sendiri akan digelar, namun akan menimbulkan masalah karena sebagian Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) memungut biaya pemilihan kepada calon kades. Kebijakan itu ditentang sebagian calon.

Dalam Undang-undang Desa tertuang, biaya  pemilihan kepala desa ditanggung dalam APBD Kabupaten. Pemungutan biaya pemilihan kepada calon dianggap menyalahi Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Pada Pasal 34 ayat Nomor 6 disebutkan, biaya pemilihan kepala desa dibebankan kepada anggaran dan belanja daerah kabupaten.

Lebih rinci, biaya yang ditanggung APBD kabupaten/kota itu berupa pengadaan surat suara, kotak suara, kelengkapan alat lainnya, honorarium panitia dan biaya pelantikan. Ketentuan ini juga termaktub dalam pasal 114 sampai 117 ayat 1 Perbub Kabupaten Bogor Nomor 66 tahun 2020 tentang pemilihan kepala desa.

Seperti diketahui bahwa pendaftaran bakal calon Kepala Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri telah dibuka, dan panitia telah menerima berkas para balon. Namun telah melakukan pungutan, akan tetapi uang tersebut sudah dikembalikan kembali kepada para calon.

Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menegaskan, panitia tidak boleh meminta sumbangan kepada para calon karena itu merupakan pungli dan melanggar UU Tipikor.

Atas terjadinya hal ini, awak media mencoba mengkonfirmasi pihak Kecamatan Gunung Putri selaku pengawas dan pemantau proses pilkades di wilayahnya.

Namun sayang, Sekretraris Camat (Sekcam) Gunung Putri, Santoso saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait sejauh mana tindak lanjut dari kejadian tersebut, sampai saat berita ini diterbitkan ia tidak menjawab dan seolah terkesan tak berdaya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook