PDI Perjuangan Siap Bantu BMKG, Megawati: Setidaknya Meniru Jepang

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuka Rakorbidnas Kebudayaan PDI-Perjuangan, Sabtu (31/10/2020). (Dokumen PDI Perjuangan)

JAKARTA, INDONEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diminta bersedia memberikan data wilayah rawan bencana. Hal itu diminta Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Hal itu dilakukan agar pihaknya bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan informasi potensi bencana, hingga memberikan bantuan penanganan pasca bencana.

Presiden RI kelima menyampaikan permintaan tersebut sebagai bentuk tanggapan atas paparan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, terkait potensi bencana alam di Indonesia sejak akhir 2020 ini hingga beberapa tahun ke depan.

Dwi hadir sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional Kebudayaan dengan tema ‘Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia’, Sabtu (31/10/2020). Di acara itu, hadir juga Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wasekjen Sadarestuwati dan Utut Adianto, serta Ketua DPP PDI Perjuangan seperti Tri Rismaharini, Sri Rahayu, Djarot Saiful Hidayat, dan Ahmad Basarah. Bersama mereka, hadir para kepala daerah dan ratusan pengurus daerah PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.

“Untuk praktisnya, dengan PDI Perjuangan, daerah-daerah yang bisa sampai pada tingkat RT di sebuah daerah, tolong diberi tahu. Kami akan sebarkan dengan spesifikasinya, apa yang mungkin terjadi. Hal-hal kemungkinan akan terjadi sampai 2021, supaya kami menginstruksikan nantinya,” kata Megawati kepada Dwikorita di hadapan peserta rapat.

Megawati menjelaskan, PDI Perjuangan juga siap membantu penanganan pasca bencana. Sebab, partai berlambang banteng memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang sudah terbukti berkali-kali berkolaborasi dengan unsur pemerintahan dalam membantu rakyat.

“Kami sendiri masih perlu banyak pembelajaran soal tata ruang,kepala daerah yang sangat minim memperhatikan masalah ini,” ujar putri Presdien Pertama itu.

Dia juga menanggapi pernyataan Dwikorita soal potensi bencana akibat puncak musim lainnya. Menurut Mega, ketika membaca informasi soal hal itu, dirinya langsung mengontak sekretaris kabinet. Tujuannya menitip pesan ke presiden agar masalah ini diseriusi dalam rapat kabinet.

“Saya sampaikan segera ke presiden. Jangan hal ini seperti tidak diperhatikan. Tolong ada rapat kabinet. Karena seperti disampaikan Ibu Dwikorita, sekarang kita masih prihatin pandemi. Sehingga ketika tadi dikatakan harus mulai diperhatikan awareness, perhatian yang penuh,” ucap Mega.

Dia mengaku sudah sejak lama meminta agar Indonesia setidaknya bisa meniru Jepang. Di sana, bahkan sejak TK, seorang anak sudah diberi tahu kondisi alam negaranya yang rawan bencana. Setiap keluarga diajari langkah-langkah menyelamatkan dirinya jika terjadi bencana, termasuk sistem pengamanan jika bencana terjadi. Misal soal simbol sirine, hingga wilayah evakuasi yang sudah dilengkapi fasilitas. “Bayangkan, kapan kita mau menuju seperti itu?” kata Megawati.

Megawati juga mengingatkan agar rakyat Indonesia tak melupakan kearifan lokal menyangkut bencana. Dia menyontohkan kejadian tsunami di Meulaboh Aceh, dimana hewan-hewan bergerak ke atas bukit sebelum tsunami datang.

“Maka insting manusia Indonesia juga harus diperkuat.  Mari bersama kita mencoba. Saya harap kita jangan sekedar bicara saja. Tapi kerjakan pengetahuan saja,” pungkas Megawati. *

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook