Warga Sumedang Protes Lantaran tak Dapat Bantuan

SUMEDANG, INDONEWS – Kelurahan Pasanggarahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang membagikan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat, berupa uang tunai dan non tunai kepada 1.027 kepala keluarga (KK), Rabu (4/11). Bantuan non tunai ialah paket sembako, dan uang tunai sebesar Rp100.000.

Paket sembako tersebut isinya beras 5 kg, susu, garam, vitamin C, sarden, kornet, gula, minyak goreng dan masker 4 pcs, ditambah uang tunai sebesar seratus ribu rupiah.

Pembagian banprov di Kelurahan Pasanggrahan Baru dilakukan hingga malam hari. Namun banyak keluhan dari warga terkait yang tidak mendapatkan kembali bantuan provinsi ini.

Seperti warga di Lingkungan Cibuah, RW 12, Kelurahan Pasanggrahan Baru. Mereka mengeluh kepada ketua RW 12 karena banyaknya warga yang tidak dapat kembali bantuan tersebut.

Ketua RW 12 Lingkungan Cibuah, Agus Sutisna pun mengaku heran, karena pada data yang diajukan ditahap pertama sekitar 70 KK lebih dan mendapatkan semua sesuai yang diajukan.

“Kemudian lanjut ke tahap kedua, hanya mendapatkan 11 KK. Sedangkan sekarang di tahap ke tiga hanya 9  KK yang mendapat bantuan provinsi. Apa kesalahan data atau gimana, saya kurang paham,” ujar Agus.

Ia juga mengeluhkan dan merasa terganggu pikirannya karena banyak pesan singkat yang masuk dari warga menanyakan terkait bantuan provinsi.

Di tempat berbeda, Lurah Pasanggrahan Baru, Prama Prameswara didampingi Kasie Sosial Kelurahan Pasanggrahan Baru, Cecep Hermawan menjelaskan, jumlah paket sembako sebanyak 1027 KK dari 16 RW sudah sesuai dengan data yang diajukan.

“Pembagian banprov ini untuk ketiga kalinya. Sementara data yang lainnya untuk bantuan Kemensos sebanyak 502 KK tahap 7 dan Bantuan Kabupaten Sumedang asalnya 166 KK menjadi 24 KK yang menerima,” jelasnya.

Terkait warga lain yang tidak mendapatkan kembali bantuan provinsi, ini kemungkinan ada hubungannya dengan aplikasi ‘Sapa Warga’ atau ‘Mauneh’. Dimana warga diminta untuk mendaftarkan kembali data agar mendapatkan bantuan kembali, bahkan yang belum sama sekali.

“Adapun warga pada tahap pertama tidak mendapatkan bantuan, tetapi di tahap ke dua dan ke tiga mereka mendapatkan, mungkin karena mendaftarkan sendiri ke aplikasi yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sumedang,” jelasnya.

Prama menegaskan, terkait data penerima bantuan pada tahap ketiga, pihak kelurahan bahkan RT dan RW tidak ada unsur sama sekali untuk memilah siapa saja warga yang mendapat bantuan provinsi.

“Kerja keras RT dan RW dan kelurahan sudah maksimal. Bila ada yang tidak mengerti silahkan datang ke kelurahan. Kami  membuka lebar pintu Kelurahan Pasanggrahan Baru untuk menampung aspirasi dan keluhan warga,” pungkasnya. (Rex)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook