Pendaftar Bantuan UMKM di Desa Gunung Putri Capai 1000 Orang

Ilustrasi

BOGOR, INDONEWSSelasa, 3 November 2020, batas waktu pendaftaran bagi calon penerima bantuan modal usaha produktif (UMKM) yang dilakukan secara serentak di berbagai kantor desa.

Sejak pagi hari hingga jelang sore, masyarakat nampak ramai mengikuti proses pemeriksaan berkas guna tercatat sebagai calon penerima. Demikian pantauan langsung Indonews di beberapa kantor desa di Kabupaten Bogor, di antaranya Kantor Desa Gunung Putri.

Menurut data yang diperoleh dari pihak desa, pendaftar yang mengurus SKU (Surat Keterangan Usaha) mencapai 1000 orang. Mereka antusias mengurus  dan melengkapi semua persyaratan guna nantinya mendapatkan bantuan modal usaha produktif yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 juta.

Petugas bumdes dan staf desa nampak kewalahan melayani peserta yang begitu banyak, sehingga waktu istirahat siangpun tetap digunakan melayani.

Untuk mendapatkan SKU memang tidak mengalami kesulitan, cukup dengan foto copy kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Hal ini memang sengaja dipermudah sebagai bentuk pelayanan yang baik dan menghindari pelayanan yang berbelit-belit, sebagaimana selama ini terjadi.

Selain itu, bahwa pemberian modal usaha produktif ini merupakan realisasi dari aturan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang  UU Cipta Kerja.

Terkait dengan jumlah peserta yang begitu besar, Indonews bertanya kepada petugas, apakah semua yang mendaftar ini baakal mendapatkan banuan tersebut? Mereka menjawab belum tentu, karena semua itu keputusannya ada di pemerintah pusat (Menteri Koperasi UMKM).

Kepala Desa (Kades) Gunung Putri, Damanhuri memberi penjelasan atau beberapa program desa. Program tersebut adalah mengajak para pelaku usaha mikro kecil untuk bekerja sama dengan bumdes dengan menggandeng pihak pengusaha, seperti pabrik guna mengambil peran sebagai pemasok keperluan mereka.

“Program ini tentu diluar program bantuan modal produktif tadi. Program ini sudah lama direncanakan, bahkan sejak masih saat kampanye pilkades. Hal ini menjadi obsesi saya untuk memberdayakan masyarakat Desa Gunung Putri dapat lebih maju dan mampu melakukan usaha denga baik,” ujar Damanhuri, Minggu (8/11/2020).

Untuk itu, kata Damanhuri, pihak desa akan melakukan pelatihan dan pembinaan termasuk juga untuk kalangan generasi muda yang belum dapat pekerjaan secara bertahap.

Mejawab pertanyaan lain terkait kemajuan yang sudah terealisasi selama kepemimpinannya, Damanhuri kembali mempersilahkan Indonews untuk mengelilingi pojok-pojok setiap lingkunga RT dan RW.

“Kondisi kawasan ramah lingkungan (KRL) sudah terwujud dimana-mana. Hal ini terjadi karena masyarakat Gunung Putri benar-benar menyadari betapa pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Termasuk kerja bakti menjadi sesuatu yang rutin dilakukan oleh masyarakat yang dikomando langsung oleh ketua RT masing-masing,” jelasnya.

“Kedepan, hal-hal yang belum tertangani mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Pokoknya amanah masyarakat ini harus saya jalankan dengan baik,” tutur dia mengakhiri. (Johnner)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook