Peringati Maulid Nabi, Ketua PDI Perjuangan Bogor Ajak Teladani Sikap Nabi Muhammad SAW

Foto bersama usai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

BOGOR, INDONEWS – Di tengah pandemic corona virus desease 2019 atau Covid-19, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor berdoa bersama agar wabah tersebut segera hilang dari Indonesia, sehingga kehidupan bangsa kembali normal.

Doa bersama tersebut dilakukan DPD PDI Perjuangan Kabupaten Bogor dalam mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sekretariat PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jln. Tegar Beriman 45, Minggu (8/11/2020).

Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, H. Bayu Syahjohan dalam paparannya mengajak kader PDI Perjuangan khususnya, umumnya masyarakat untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS dan diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Demikian terjemahan Surat Al-Mumtahanah ayat 4,” ucap Bayu.

Bayu menjelaskan, salah satu sifat Nabi Muhammad SAW adalah sabar. Menurutnya kesabaran Nabi Muhammad diuji ketika mendengar berita bohong (fitnah) ketika istrinya Aisyah pernah dituduh oleh orang-orang munafik berselingkuh dengan Shafwan bin al-Mu’aththal as-Sullami adz-Dzakwani.

“Saat itu orang Mukmin yang munafik mengatakan Aisyah dan Shafwan pulang berdua. Shafwan adalah sosok idola di Madinah karena ia seorang yang saleh dan sangat menjaga kehormatan dirinya. Saat hendak pulang dari Perang Muraisi, Aisyah tertinggal dari rombongan Rasulullah SAW. Perang itu terjadi pada bulan Sya’ban tahun ke-5 Hijriyah. Dikutip dari buku berjudul Kearifan Al-Qur’an oleh Muhammad Chirzin, saat itu Aisyah tertinggal karena kembali mencari kalungnya yang terputus,” jelasnya.

Berkat sikap sabar dan doa yang kuat dari Nabi Muhammad SAW, fitnah itu terbongkar dan Nabi Muhammad SAW tertawa gembira. Kalimat pertama yang diucapkan beliau kepada Aisyah adalah, “Wahai Aisyah, pujilah Allah karena Dia telah membebaskanmu dari tuduhan itu.” Allah menurunkan wahyu tentang berita bohong atas Aisyah itu dalam Alquran surat an-Nuur ayat 11-19. Akhirnya, orang-orang yang berkonspirasi menyebarkan isu hoaks itu pun diberi hukuman dengan dicambuk sebanyak 80 kali.

“Maka dalam hal ini, kami PDI Perjuangan pun sama, sering difitnah sebagai PKI lah, itulah, inilah. Namun kita tetap harus bersabar dan berusaha sehingga kelak kebenaran akan terbongkar. Maka dari itu, pada momen istimewa ini saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap menjaga tali persaudaraan, menjaga kerukunan dan persatuan untuk Negra Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Bayu. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook