Camat dan Sejumlah Kades tak Hadiri Reses, Dewan Akan Laporkan ke Bupati

Masa reses (serap aspirasi ) persidangan 1 oleh 6 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II digelar di aula Kecamatan Sukamakmur, Sabtu (14/11/2020).

BOGOR, INDONEWS – Masa reses (serap aspirasi ) persidangan 1 oleh 6 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II digelar di aula Kecamatan Sukamakmur, Sabtu (14/11/2020).

Keenam dewan tersebut dari Fraksi Partai Gerindra, Demokrat, PKS serta PPP. Dalam pelaksanaan kali ini, karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, maka jumlah peserta reses terbatas dari jumlah hingga waktu dan wajib pakai masker duduk pun berjarak (phsyical distancing ), serta dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

Reses DPRD Dapil II Kabupaten Bogor ini tetap melibatkan masyarakat dan perwakilan masyarakat, di antaranya Sekcam Sukamakmur dan jajarannya, tokoh masyarakat, kepala desa, koryandik, kepala puskesmas, UPT PUPR, UPT Pertanian, UPT Perikanan, Karang Taruna, sekdes, ormas serta elemen masyarakat lainnya. Turut hadir juga perwakilan Koramil Sukamakmur serta Kapolsek Sukamakmur.

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat, Moh Hanafi menjelaskan, Reses DPRD merupakan kegiatan untuk memperoleh masukan-masukan serta untuk menyerap dan menjaring aspirasi masyarakat atau konsituennya di masing-masing daerah pemilihan (dapil), untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti sebagai penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Hasil Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor ini akan dituangkan dalam bentuk pokok-pokok pikiran DPRD dan akan diserahkan langsung bupati melalui BAPPEDA Kabupaten Bogor sebagai bahan masukan awal penyusunan RKPD. Pokok-Pokok pikiran DPRD meliputi seluruh bidang pembangunan, pemerintahan, pendidikan kesehatan dan kesejahteraan,” paparnya.

Namun, reses DPRD kali ini diwarnai kekecewaan dari Angggota DPRD Mohamad Ansori (Komisi I dari Fraksi partai Gerindra). Ia mengatakan, reses yang dilakukan saat ini untuk menjemput aspirasi masyarakat.

“Kami ingin memberikan solusi dan bukti. Kami mengadakan pertemuan reses dengan berbagai elemen masyarakt untuk menyerap aspirasi dan mengkomunikasikan apa yang telah dilakukan tindaklanjut reses sebelumnya serta agenda strategis yang akan dilakukan kedepan,” jelasnya.

“Namun sangat disayangkan dan prihatin dengan keadaan reses hari ini, camat dan beberapa kepala desa tidak hadir. Padahal camat dan kepala desa adalah yang punya rumah. Mereka adalah yang mewakili masyarakat kecamatan dan desa-desa dalam menyampaikan aspirasi dan menjelaskan permasalahan-pemasalahan, khususnya di Kecamatan Sukamakmur. Kalau seperti ini, seolah masyarakat Sukamakmur euweuh kahayang (tidak ada keinginan, red),” ucapnya dengan kental berbahasa Sunda.

Anggota dewan lainnya, Beben Suhendar juga mengungkapkan kekecewaanya terhadap beberapa aparatur pemerintah setempat yang tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

“Saya sangat menyesalkan ketidakhadiran dengan alasan yang tidak dapat dipertangungjawabkan. Ini bukan kepentingan dewan tapi kepentingan masyarakat, makanya jadi pemimpin itu harus bisa memilah-milah, mana acara penting dan mana acara yang terpenting,” ungkapnya.

“Kalau tidak bisa memilah acara yang mana penting dan terpenting, ngapain jadi pejabat. Saya juga pernah jadi camat, seharusnya harus bisa saling menghargai. Kami datang ke sini untuk menyerap aspirasi. Kok pada gak hadir. Loyalitas terhadap masyarakat itu penting dan harus diutamakan. Dengan adanya hal ini, kami akan laporankan dan menyampaikan kepada bupati karena kewenangan ada di bupati,”  tegasnya.

Ia berpesan kepada camat dan kepala desa di Sukamakmur agar tidak mengulangi kembali hal ini. “kalian harus banyak belajar. Jadi pemimpin harus bisa memilah mana acara penting dan yang tidak penting. Dan harus perjuangkan aspirasi warga masyarakat. Jangan hanya inginnya saja jadi pejabat. Tangung jawab dong,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook