Cegah Klaster Baru Covid-19, DPMD Kabupaten Bogor Simulasikan Pilkades

Simulasi pilkades serentak di tengah Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan DPMD Kabupaten Bogor.

BOGOR, INDONEWS Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mengelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tahapan pelakasanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2020 di lapangan Bulu Tangkis, Perumahan Pondok Damai, Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (15/11/2020O.

Selain bimtek, dalam kegiatan tersebut digelar simulasi pilkades serentak di tengah Pandemi Covid-19. Acara dihadiri Kadis DPMD, Camat se Kabupaten Bogor yang mengadakan pilkades, Kapolsek Cileungsi, Danramil 2016, Kepala Desa pjs dan Ketua Panitia Pilkades se Kabupten Bogor dan jajarannya serta elemen masyarakat dan tamu undangan.

“Hari ini pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya panitia pilkades tingkat Kabupten Bogor melaksanakan simulasi yang dilaksanakan di Cileungsi Kidul. Maksud dan tujuan simulasi ini untuk mengetahui tingkat pemahaman para panitia, khususnya panitia tingkat desa, panitia di tiap-tiap KPPS dalam rangka pelaksanaan kegiatan hari pemilihan. Mulai dari prosedur surat undangan, daftar pemilih, bilik suara, kotak suara sampai dengan pemenuhan tinta untuk para pemilih yang telah melaksanakan kegiatan,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor, Reinaldi.

Menurutnya, yang paling penting adalah dalam rangka pemenuhan protokol kesehatan. “Ada beberapa catatan dan evaluasi yang sudah kami dapatkan dengan simulasi ini, di antarnya penyediaan sarana dalam rangka pemenuhan protokol kesehatan, mulai dari tempat mencuci tangan,masker dan menjaga jarak. Kita berharap dengan simulasi yang dihadiri oleh seluruh panitia yang ada di 88 desa di 34 kecamatan ini bisa membuat para panitia mendapatkan informasi tambahan dan pengalaman agar tanggal 20 Desember nanti semua yang kita evaluasi bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya simulasi yang dilaksanakan jauh-jauh hari, kurang lebih sekitar 3 minggu menjelang hari pelaksanaan pilkades, diharapkan menjadi catatan dan nanti akan disampaikan kembali kepada para camat atau pun 88 panitia.

“Ada beberapa evaluasi memang yang kita lakukan, dan kami dapatkan saat ini antara lain tentang sosialisasi pemenuhan protokol kesehatan. Itu yang sangat kita tekankan kepada panitia. Kami juga berharap para camat yang punya wilayah ikut berperan menginformasikan hal itu sehingga pemahaman itu semakin meningkat. Keterpaduan dan kerja sama seluruh tim dalam pelaksanaan mensukseskan Pilkades ini bisa terlaksana,” terangnya.

Terkait kekhawatiran warga dengan adanya pilkades ini akan timbulnya cluster baru dalam penyebaran Covid-19, menurutnya adalah hal yang wajar. Maka, pihaknya akan tetap dan terus berupaya agar kekhawatiran itu tidak terjadi, dengan bekerja sama dan berkoordinasi dengan seluruh elemen, salah satunya satgas penanganan Covid-19, mulai dari satgas kabupaten dan kecamatan serta tingkat desa untuk.

“Kita tekan betul pemenuhan protokol kesehatan, menjaga jarak. Ini menjadi hal yang sangat penting pada saat pelaksanaan (pilkades), terutama di TPS harus memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk maupun keluar TPS,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook