Buntut Kekecewaan, Buruh di Cicadas Mogok Kerja

Ratusan buruh atau karyawan PT. Megasari Makmur melakukan aksi demo di depan PT. Megasari Makmur, jalan Pancasila V, RT 04 RW 13, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2020).

BOGOR, INDONEWS – Ratusan buruh atau karyawan PT. Megasari Makmur melakukan aksi demo di depan PT. Megasari Makmur, jalan Pancasila V, RT 04 RW 13, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri,  Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2020).

Aksi demo dan mogok kerja tersebut dilakukan untuk menuntut kenaikan upah atau gaji tahun 2020 yang belum ada kenaikan atau belum dibayarkan pihak perusahaan, serta menuntut 13 karyawan yang dianggap di-PHK sepihak oleh PT. Megasari Makmur agar dipekerjakan kembali.

Kordinator aksi atau divisi aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bogor, Ipung menjelaskan, bahwa perusahaan belum membayarkan kenaikan upah di tahun 2020 hingga bulan November.

“Sesuai surat edaran Gubernur Jawa Barat yang ditanda tangani bulan April lalu, kami buruh pabrik Megasari Makmur menuntut hak kami. Sudah hampir setahun gaji kami belum dinaikan pihak perusahaan dan juga ada 13 rekan kami yang di-PHK oleh perusahaan. Kami juga meminta kepada pihak perusahaan agar mereka dipekerjakan kembali,” ungkap Ipung  kepada Indonews.

Menurutnya, pihak PT.Megasari Makmur tidak menggubris surat keputusan gubernur, sehingga pihaknya belum pernah merasakan kenaikan upah di tahun 2020, sementara perusahaan lain sudah merasakan kenaikan upah di tahun 2020.

“Kami sudah melakukan upaya-upaya mediasi sebelumnya dengan pihak perusahaan, tapi mereka tidak menggubris, makanya aksi demo ini kami lakukan kembali,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, pihak serikat pekerja dan pihak menejemen PT Megasari Makmur sudah melakukan mediasi, namun pihak perusahaan tetap pada keputusannya dan hanya berani menaikan upah pekerja sebesar Rp 50 ribu per bulan untuk 1 orang pekerja.

“Aksi ini kami lakukan mulai hari ini dan sampai tanggal 20 November 2020 mendatang. Jika perusahaan tidak memenuhi tuntutan kami, besok akan ada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor yang akan membantu memediasi. Kami berharap disnaker bertindak tegas dan professional, serta tidak berpihak ke perusahaan, karena disini jelas ada pelanggaran dari pihak perusahaan,” paparnya.

“Harapan kami kepada pihak PT. Megasari Makmur, agar tuntutan kami itu dipenuhi dan disepakati sesuai surat keputusan Gubernur Jawa Barat,” pungkasnya.

Pihak PT. Megasari Makmur saat dikonfirmasi terkait aksi mogok kerja atau demo yang dilakukan karyawan PT. Megasari Makmur, belum memberikan tanggapan. Menurut keterangan salah satu Security yang berjaga, bahwa pihak perusahaan sudah pada pulang. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook