DR. NURADI, SH.M. Hum: Optimalisasi Capaian Kinerja Pemerintah Tuntut Komitmen Pejabatnya

BOGOR, INDONEWS - Untuk terwujudnya suatu hasil maksimal atau optimalisasi capaian kinerja birokrasi pemerintah, maka hal yang penting adalah konsistensi atau komitmen pejabatnya.Sebab, sehebat apapun suatu program yang sudah dicanangkan, tetapi kalau para pejabatnya tidak memliki etos kerja yang baik , maka pencapaian kinerja optimal sulit diwujudkan. Diperlukan sosok/ figur pejabat yang memiliki komitmen kuat dan mampu mengeksekusi setiap kebijakan yang sudah ditetapkan.Karena saat ini, berbagai daerah menghadapi beragam tantangan kehidupan sosial masyarakat dengan kharakteristik masing-masing daerah. Semua tantangan kehidupan sosial tersebut andalan utamanya adalah melakukan pembangunan dalam berbagai sektor sebagai solusi jawaban. Hal ini dikatakan oleh DR, Nuradi, SH., M.Hum Kadis Perdagin (Perdagangan dan Industri) Kabupaten Bogor kepada Indonews di kantornya, Selasa (17/11/2020). Khusus menyinggung kemajuan pembangunan di Kab.Bogor, Nuradi mengatakan bahwa saat ini masih berjalan cukup baik. Tetapi untuk lebih terjadinya akselerasi dalam pelaksanaan program pembangunan (Pancakarsa, red), Bupati tidak jarang melakukan penggantian pejabatnya ataupun pertukaran posisi di beberapa SKPD. Bupati tentu lebih tahu tentang hal itu dalam menempatkan para pembantunya menduduki posisi apa dan dimana.Dan sudah tentu berdasarkan berbagai masukan sebagai bahan pertimbangan sesuai dengan kapabilitas dan kompetensi seseorang (the right men on the right place). Menjawab pertaanyaan lain, ketika kepadanya diajukan pertanyaan terkait konsolidasi antar pejabat d SKPD saat ini ? Sambil tersenyum, Nuradi menjawab secara singkat , cukup baik.Sebab konsolidasi mejadi hal yang ditekankan oleh Bupati agar program pembangunan berjalan lancar.” tutur dia. Nuradi yang berlatar pendidikan hukum ini, boleh dikatakan cukup matang dalam hal pemerintahan Kab.Bogor.Penampilannya sederhana namun tetap nampak bersemangat dalam melaksanakan tugas rutinnya setiap hari. Nuradi lulus S1 jurusan hukum dari Universitas Parahyangan Bandung.Kemudian melanjutkan kuliah Program Magister ( S2 ) dan lulus dari Universitas Gajah Mada ( M.Hum).Tak berhenti disitu, kemudian kuliah lagi program Doktoral di Universitas Padjadjaran ( Unpad ) dan meraih gelar Doktor (S3). Selain menjabat sebagai Kadis Perdagin saat ini, Nuradi juga aktif mengajar sebagai dosen di Unida dan Unpak (keduanya di Bogor). Kariernya di pemerintahan Kab. Bogor juga tergolong baik. Pernah menduduki jabatan sebagai Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi selama 3,5 tahun. Kemudian menduduki jabatan sebagai Sekwan (Sekretaris Dewan) selama 4 tahun dan kemudian dipercaya sebagai Kadis Perdagin hingga saat ini. Melihat pengalaman serta latar belakang akademisnya, Indonews bertanya secara berkelakar, kenapa bukan jadi Sekda? “Hahahaa.., itu hak prerogatif bupati dan lagi pula saat ini sudah berumur 58 tahun,”ujarnya merendah. “Dua tahun lagi pensiun. Nanti kita lihat setelah itu, apakah ke dunia politik atau tetap sebagai dosen. Mohon doanya,” ujar Nuradi mengakhiri. (Johnner Simanjuntak)

BOGOR, INDONEWSUntuk terwujudnya suatu hasil maksimal atau optimalisasi capaian kinerja birokrasi pemerintah, maka hal yang penting adalah konsistensi atau komitmen pejabatnya.Sebab, sehebat apapun suatu program yang sudah dicanangkan, tetapi kalau para pejabatnya tidak memliki etos kerja yang baik , maka pencapaian kinerja optimal sulit diwujudkan.

Diperlukan sosok/ figur pejabat yang memiliki komitmen kuat dan mampu mengeksekusi setiap kebijakan yang sudah ditetapkan.Karena saat ini, berbagai daerah menghadapi beragam tantangan kehidupan sosial masyarakat dengan  kharakteristik masing-masing  daerah. Semua tantangan kehidupan sosial tersebut andalan utamanya adalah melakukan pembangunan dalam berbagai sektor sebagai solusi jawaban.

Hal ini dikatakan oleh DR, Nuradi, SH., M.Hum Kadis Perdagin (Perdagangan dan Industri) Kabupaten Bogor kepada Indonews di kantornya, Selasa (17/11/2020).

Khusus menyinggung kemajuan pembangunan di Kab.Bogor, Nuradi mengatakan bahwa saat ini masih berjalan cukup baik. Tetapi untuk lebih terjadinya akselerasi dalam pelaksanaan program pembangunan (Pancakarsa, red), Bupati tidak jarang melakukan penggantian pejabatnya ataupun pertukaran posisi di beberapa SKPD.

Bupati tentu lebih tahu tentang hal itu dalam menempatkan para pembantunya menduduki posisi apa dan dimana.Dan sudah tentu berdasarkan berbagai masukan sebagai bahan pertimbangan sesuai dengan kapabilitas dan kompetensi seseorang (the right men on the right place).

Menjawab pertaanyaan lain, ketika kepadanya diajukan pertanyaan terkait konsolidasi antar pejabat  d SKPD saat ini ? Sambil tersenyum, Nuradi menjawab secara singkat , cukup baik.Sebab konsolidasi mejadi hal yang ditekankan oleh Bupati agar program pembangunan berjalan lancar.” tutur dia. Nuradi yang berlatar pendidikan hukum ini, boleh dikatakan cukup matang dalam hal pemerintahan Kab.Bogor.Penampilannya sederhana namun tetap nampak bersemangat dalam melaksanakan tugas rutinnya setiap hari.

Nuradi lulus S1 jurusan hukum dari Universitas Parahyangan Bandung.Kemudian melanjutkan kuliah Program Magister ( S2 )  dan lulus dari Universitas Gajah Mada ( M.Hum).Tak berhenti disitu, kemudian kuliah lagi program Doktoral di Universitas Padjadjaran ( Unpad ) dan meraih gelar Doktor (S3).

Selain menjabat sebagai Kadis Perdagin saat ini, Nuradi juga aktif mengajar sebagai dosen di Unida dan Unpak (keduanya di Bogor). Kariernya di pemerintahan Kab. Bogor juga tergolong baik. Pernah menduduki jabatan sebagai Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi selama 3,5 tahun. Kemudian menduduki jabatan sebagai Sekwan (Sekretaris Dewan) selama 4 tahun dan kemudian dipercaya sebagai Kadis Perdagin hingga saat ini.

Melihat pengalaman serta latar belakang akademisnya, Indonews bertanya secara berkelakar, kenapa  bukan jadi Sekda? “Hahahaa.., itu hak prerogatif bupati dan lagi pula saat ini sudah berumur 58 tahun,”ujarnya merendah.

“Dua tahun lagi pensiun. Nanti kita lihat setelah itu, apakah ke dunia politik atau tetap sebagai dosen. Mohon doanya,” ujar Nuradi mengakhiri. (Johnner Simanjuntak)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook