Kadis Damkar: Perlunya Pencegahan Dini Terhadap Bahaya Kebakaran

Tim Damkar Kabupaten Bogor saat meninjau kantor/pabrik PT. Citra Mekar Equipment (CME), salah satu distributor alat pemadam kebakaran.

BOGOR, INDONEWSSeiring dengan pesatnya kemajuan pembangunan sarana-prasarana berupa gedung, pabrik, gudang, mall dan sarana lain, maka masyarakat dituntut memiliki kewaspadaan akan bahaya kebakaran.

Beberapa hari terakhir ini saja, di berbagai tempat terjadi kebakaran hebat yang menimbulkan kerugian besar, baik berupa materi maupun korban jiwa. Pada  umumnya, kebakaran tersebut bermula dari titik api kecil, baik yang diakibatkan korsleting listrik maupun dari sumber api lain. Pertanyaan kerap muncul, kenapa terjadi?

Demikian dikatakan Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Ma’mur kepada wartawan Indonews belum lama ini/

“Ada ungkapan yang sudah sering didengar, yakni kecil jadi kawan, besar jadi lawan. Artinya, ada kegamangan untuk mengatasi atau memadamkan titik api kecil tersebut. Timbul kepanikan seolah tidak dapat berbuat sesuatu terlebih kelengkapan alat pemadam api (APAR) tidak tersedia,” jelas Ma’mur.

“Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita dan menjadi bahan kajian bagi Disdamkar sebagai bentuk tanggung jawab tugas dalam mengatasi bahaya kebakaran. Paling tidak, ada upaya preventif,” tambahnya.

Dikatakannya, bahwa selama ini masih kurangnya kesadaran semua pihak terlebih kalangan dunia usaha akan pentingnya upaya pencegahan. Artinya, bahwa penyediaan APAR menjadi sangat penting.

Lalu apa yang sudah dan akan dilakukan pihak Damkar? Ma’mur menjelaskan, bahwa kembali kepada soal pencegahan tadi (preventif). Diharapkan kedepan bahwa semua kalangan yang disebut diatas tadi agar menyediakaan APAR secukupnya di setiap unit kerja mereka.

“Tugas disdamkar tentu memadamkan api yang sudah membesar dan mencegah agar tidak merembet lebih luas lagi,” ujar dia.

Sesuai dengan perintah Bupati Bogor, agar Disdamkar aktif melakukan pengawasan, pembinaan, pelatihan kepada masyarakat terkait dengan bagaimana memadamkan titik api dengan menggunakan APAR.

“Tentu kami dari pihak pemerintah berkewajiban mengawasi pengawasan bahkan pemeriksaan terhadap alat yang disediakan. Dan alat APAR tersebut harus dipastikan sudah memiliki sertifikasi uji kalayakan dari aboratorium pusat di Jakarta. Selain itu, penggunaan alat tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari Disdamkar Kabupaten Bogor sebagai jaminan telah dilakukaan pemeriksaan keasliannya,” ungkap dia.

Menanggapi permintaan Disdamkar tersebut, salah satu perusahaan distributor APAR, PT. Citra Mekar Equipment (CME) lewat direkturnya Mikler Gultom, SH., MH., mengatakan kesiapannya untuk melakukaan pelatihan. (Johnner Simanjuntak)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook