Terima Audiensi GMPK, Ini Penjelasan BPN Bogor Tentang PTSL

BOGOR, INDONEWS DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor ikut berperan mengawasi penyaluran program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu ditandai dengan dilakukannya audiensi antara GMPK Kabupaten Bogor dengan BPN Kabupaten Bogor di kantor BPN Kabupaten Bogor, belum lama ini. Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, peserta audiensi dibatasi, dari GMPK hanya menghadirkan Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor Jonny Sirait A.Md dan Dewan Penasehat GMPK Kabupaten Bogor, Herman M. Nur.

Kasi Ukur pada BPN Kabupaten Bogor, Lili menjelaskan, target PTSL di Kabupaten Bogor tahun 2020 sebanyak 14.000 dan disebar ke beberapa desa. Adapun anggarannya dari APBN.

“Kami tentunya mengapresiasi peran GMPK dalam mengawasi dan membantu realisasi program pemerintah, termasuk dalam penyaluran program PTSL ini. Kalau memang ada hal yang perlu diingatkan, kami akan sangat terbuka menerima masukan tersebut,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ketentuan dalam pembiayaan PTSL telah ditetapkan oleh aturan dari kementerian. PTSL sendir merupakan proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

Dikatakan, jika sebelumnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, mendapatkan kuota PTSL 45 ribu bidang, akhirnnya berkurang menjadi 14 ribu bidang.

BPN Kabupaten Bogor mengalokasikan penghematan anggaran sebesar 20 persen dari DIPA kantor untuk penanganan Covid-19. Dengan adanya penghematan anggaran ini berimbas pada pengurangan target PTSL di Kabupaten Bogor.

“Pengurangan target ini, pasti berimbas pada kreadibilitas kepala desa selaku penguasa wilayah yang menjadi objek PTSL. Makanya, sebelumnya Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor kala itu mengundag para kepala desa yang menjadi objek PTSL untuk membahas perubahan target,” katanya.

Sebelumnya, sambung Lili, ada 13 desa yang mendapatkan kuota PTSL 2020. Akibat Covid-19, kuota 14 ribu bidang itu hanya untuk tiga desa di Kecamatan Ciampea dan Dramaga.

“Tiga desa itu, yakni Cinangka, Tegal Waru dan Cihideung Ilir. Sesuai target, sebelum akhir tahun ini semua sertifikat sudah bisa diserahkan kepada masyarakat. BPN Kabupaten Bogor sendiri sudah melakukan penyuluhan dengan sejumlah instansi. Dalam hal ini, memang ada pungutan seperti untuk materai. Sedangkan biaya lainnya sudah ditanggung pemerintah, atau gratis,” jelasnya.

Lili menjelaskan, tanah masyarakat yang sudah didaftarkan dan memiliki sertipikat, akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Selain itu, seseorang yang sudah mendaftarkan dan memiliki sertipikat tanah, tentunya telah memiliki perlindungan hukum, sehingga kami sangat mendukung sekali adanya program PTSL,” jelasnya.

Dari pihak GMPK, Herman M. Nur mencontohkan adanya permasalahan salah satu tanah milik warga yang hingga saat ini terkendala dan tidak bisa dibaliknamakan. Padahal, kata Herman, tanah tersebut sudah bersertipikat sehingga memiliki kepastian hukum.

Jonny Sirait kemudian menambahkan, menjadi hal miris ketika masyarakat yang sudah mendukung program pemerintah mengenai penyertipikatan tanah dan memiliki kepastian hukum, namun mendapat kesulitan ketika ada keperluan, seperti membaliknamakan sertipikat tersebut.

“Jadi kami mewakili masyarakat juga mengharapkan adanya pelayanan prima, khususnya dalam hal administrasi terhadap masyarakat yang telah mengikuti aturan pemerintah,” jelas Jonny.

Kemudian pihak BPN menimpali, terkait permasalahan warga tersebut, pihaknya belum bisa menjawab secara pasti karena permasalahan tersebut akan dilaporkan dulu kepada pimpinan di BPN.

“Menjawab apa yang disampaikan GMPK, tentang adanya oknum dan pelanggaran di lapaangan, kami merespon adanya pencegahan dari GMPK sendiri, dan masukan itu akan kami evaluasi agar kedepan menjadi lebih baik,” pungkasnya. ***

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook