Ketua GMPK Bogor: HUT Ke-7 GMPK Makin Membulatkan Tekad Perangi Korupsi

BOGOR, INDONEWS – Dalam momen Hari Guru Nasional yang diperingati 25 November 2020, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) pun merayakan hari jadinya yang ke-7 tahun.

Acara puncak peringatan HUT GMPK sendiri ditandai dengan Rakernas yang dilakukan secara zoom meeting dari masing-masing kantor Sekretariat DPP dan DPD, mengingat saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Zoom meeting sendiri diikuti sebanyak 127 DPD GMPK se Indonesia.

Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait A.Md mengatakan, bertambahnya usia GMPK membuat pihaknya semakin semangat dalam mendukung program pemerintah untuk memberantas praktik korupsi yang terus menjamur.

“Setelah mendengar paparan Ketua Umum GMPK, Pak Irjen Pol. (Purn) Bibit Samad Rianto tadi, kami semakin membulatkan tekad untuk terus mengawal bangsa Indonesia dari korupsi. Kita akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan Indonesia tanpa korupsi sebagaimana diprogramkan ketua umum,” jelas Jonny, di Kabupaten Bogor, Rabu (25/11).

Ditambahkan, DPD GMPK Kabupaten Bogor mendukung penuh program ketua umum GMPK, antara lain penyiapan pola kerja operasional, dukungan dan badan usaha. Lalu, opsnal: pengkajian, pencegahan, penangkalan, rehabilitasi dan sebagainya.

“Kita pun siap mengikuti program kaderisasi DPP dan pola kerja serta pogram manajemen kegiatan opsnal, dukungan dan badan usaha dengan kembangan kreatifitas dan inovasi dengan manfaatkan peluang yang ada serta kreativitas yang inovatif. Itu semua merupakan program ketua umu yang harus didukung dan dilaksanakan,” jelasnya.

“Seperti kita ketahui, GMPK memiliki 5 program andalan dalam rangka membantu pemerintah mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. Kelima program tersebut ialah: riset, solusi, konsultasi, advokasi dan pendidikan anti korupsi. Kelima program inilah yang membidani GMPK untuk proaktif dalam ‘memerangi’ korupsi,” tambah Jonny.

Dia menjelaskan, Riset, yakni untuk menemukan kerawanan korupsi (coruption hazards) dan potensi masalah penyebab korupsi (PMPK) pada segenap aspek (gatra) kehidupan bangsa. Kemudian Solusi, mencari pemecahan masalah korupsi melalui seminar, lokakarya, simposium dan sejenisnya guna mencari jalan keluar terbaik dengan melibatkan para pakar dibidangnya.

Selanjutnya Konsultasi, dengan memberikan pencerahan baik terhadap entitas sosial maupun birokrasi untuk menangani masalah korupsi pada tubuhnya masing-masing. Advokasi, memberikan bantuan kepada para korban tindak kesewenang-wenangan oleh pihak ketiga, dan  Pendidikan anti korupsi mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan formal (TK, SD, SLP, SLA dan PT), pendidikan non formal dan pendidikan masyarakat pada umumnya.

“Oleh karena itu GMPK terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun dalam memerangi korupsi. Hal itu GMPK lakukan untuk menyikapi kondisi bangsa saat ini yang dirundung nestapa akibat mengguritanya korupsi yang masih secara “khidmat” meneruskan kegiatannya, sekalipun sudah banyak pejabat negara yang dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan oleh KPK dan penegak hukum lainnya,” ungkap dia.

Jonny meyakini, Ketua Umum GMPK, Irjen Pol. (Purn) Bibit Samad Rianto akan terus menuangkan pemikirannya dalam permasalahan korupsi di bumi pertiwi. Menurut dia, Bibit Samad yang telah lama berkiprah di kepolisian dan bahkan di KPK tahu betul bagaimana kondisi bangsa Indonesia yang sedari dulu hingga kini tak lepas dari masalah korupsi.

“Maka dari itu, hari jadi ke 7 GMPK menjadi momentum bagi kami sendiri untuk terus bekerja nyata mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. Selamat hari jadi GMPK, semoga tetap jaya, eksis dan menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah memerangi korupsi,” pungkasnya. (bin)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook