Panitia Sembilan Pilkades Klapanunggal Tolak Keras Usulan dari Cakades

BOGOR, INDONEWS – Sebanyak 16018 warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor akan mengikuti proses pemilihan Kepala Desa Klapanunggal pada 20 Desember mendatang bersama 88 desa lainnya dari 34 kecamatan di Kabupaten Bogor, yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Perolehan hasil DPT tersebut dari hasil rapat penetapan DPT yang digelar oleh panitia  pilkades pada Selasa 24 November 2020, yang dihadiri panitia sembilan, Camat Klapanunggal, Pjs Kepala Desa, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kelima calon kades serta timses dan tamu undangan lainnya.

Usai mengumumkan DPT sesuai tahapan pilkades, panitia akan mengumunkan kepada masyarakat serta akan memberikan salinan berita acara data DPT yang sudah disahkan dan ditandatangani bersama semua pihak terkait kepada calon kepala desa nantinya.

Sebelum acara usai, salah satu calon kepala desa, Anjrayadi mengajukan pertanyaan dan masukan kepada panitia sembilan terkait tata cara atau mekanisme dalam pelaksanaan pilkades saat hari pencoblosan nanti.

“Apakah saat melakukan pencoblosan pemilih hanya membawa surat undangan saja atau membawa KTP juga. Hal ini saya sampaikan agar mendapatkan kepastian mekanisme yang mana yang akan diterapkan saat hari pencoblosan,” tanya dia.

“Sesuai keinginan masyarakat yang harus saya sampaikan ke panitia karena sebelumnya keinginan serta aspirasi masyarakat yang sangat penting ini disampaikan kepada saya selaku calon kepala desa, bahwa berkaitan hari pencoblosan maka dalam hal ini kami mengusulkan serta menginginkan bahwa warga yang datang ke TPS akan mencoblos selain membawa undangan juga harus membawa KTP,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Klapanunggal, Nizar Kamal menanggapi pertanyaan calon kepala desa tersebut dengan menolak tegas.

“Mohon maaf bukan kami tidak menghargai dan menghormati usulan dan masukan dari bapak, bahkan kami sudah mendengar dan mengetahui dari timses bapak sebelumnya. Dan kami sudah mengkonfirmasi kepada para calon lainnya, mereka tidak sepaham dengan bapak,” ujar Nizar.

“Bukan kami menolak keinginan bapak atau mengakomodir dari pada keinginan bapak, tetap bagi saya lebih mengutamakan melaksanakan sesuai dengan aturan di dalam Perbubnya. Di situ dinyatakan hanya membawa surat undangan saja yang tercatat dalam DPT. Kalau seandainya ada warga bapak, ada bagian dari pendukung bapak itu akan membawa KTP, saya tidak akan melarang saya mempersilahkan,” tegasnya.

Terkait hal itu, Calon Kepala Desa Klapanunggal lainnya, Ade Endang Saripudin saat dikonfirmasi mengaku sangat mendukung usulan dan masukan dari calon yang disampaikan saat penetapan DPT di forum.

“Usulan itu sangat bagus. Kenapa usulan itu disampaikan, karena kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Kami khawatir yang datang keTPS untuk mencoblos bukan yang bersangkutan yang tertera di daftar undangan. Jadi untuk menhindari kecurangan dan penyimpangan dan memastikan yang datang ke TPS adalah yang bersangkutan, sebelum masuk dicek dan dicocokan surat undangan dengan KTP yang bersangkutan,” jelasnya.

Terkait penolakan panitia atas usulan bagus tersebut, ia menyayangkan. “Kenapa ditolak dan tidak dipertimbangkan dulu usulan itu, karena kami juga dari bagian pilkades dan kami juga bertanggung jawab serta terdampak jika ada penyimpangan-penyimpangan dalam proses dan pelaksanaan pilkades,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook