HUT Ke-49 Korpri, GMPK Bogor Serukan Perangi Korupsi

BOGOR, INDONEWS – 29 November menjadi hari istimewa bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Ya itu karena di tanggal tersebut Korpri merayakan Hari ulang tahun (HUT).

Tahun 2020 sendiri, Korpri jatuh pada hari Minggu (29/11). Aparatur Sipil Negara (ASN), insan Korpri pun menyambut perayaan hari lahirnya yang ke 49 dengan mengusung tema ”Korpri Berkontribusi  Melayani dan Mempersatukan Bangsa”.

Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jonny Sirait, A.Md

Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait ikut menyampaikan ucapan selamat hari jadi Korpri ke 49. Namun demikian, pria berdarah batak itu mengingatkan, diusianya yang semakin tua, Korpri harus benar-benar mampu memberikan kontribusi kepada bangsa.

“Tentunya kita sepakat bahwa ASN memiliki tugas mulia, yakni sebagai aparatur negara dalam melayani segenap rakyat Indonesia di Republik ini. Tapi jangan lupa, bahwa banyak koruptor juga yang ada di lingkungan ASN. Misalnya, pelayanan yang seharunya gratis, tak sedikit diminta oleh oknum ASN sebagai pelicin. Ini saya pikir menjadi hal yang harus disikapi dan diprioritaskan,” ujar Jonny saat menggelar pertemuan bersama anggota GMPK se Kabupaten Bogor, Senin (30/11/2020).

Pertemuan sengaja dilakukan untuk memberi penyegaran tugas dan fungsi kepada anggota GMPK, khususnya dalam upaya membangun cita-cita Indonesia tanpa korupsi.  Jonny berpesan, anggota GMPK jangan ragu untuk melaporkan jika ada ASN yang melakukan korupsi kepada pihak yang berwenang.

“Di salah satu misi GMPK, disebutkan bahwa kita membantu pemerintahan dalam mengentaskan kasus korupsi. Maka, pada HUT Korpri ini, saya mengingatkan anggota GMPK tidak ragu melaporkan oknum ASN yang korup, baik itu melakukan pungutan liar atau sebagainya,” ujar Jonny.

Jonny mengutip pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri, bahwa korupsi dapat mengubah siapapun termasuk ASN untuk berperilaku koruptif, membangkitkan sifat tamak, sisi kelam manusia yang tidak lagi mampu dikontrol sehingga menjadi rakus seperti tikus, memakan apapun, tidak peduli dosa, norma apalagi etika demi memenuhi nafsu dahaga akan kenikmatan dunia.

“Pernyataan tersebut menggambarkan betapa bahaynya korupsi, apalagi terjadi di lingkungan ASN. Jika saja pelayan masyarakat korup, bagaimana bangsa ini bisa berjalan normal. Dan ironisnya, perilaku korup yang keji ini justru dilakukan dan dipertontonkan oleh penyelenggara negara yang menjadi pemimpin ASN, baik dipusat maupun di daerah. Ini yang harus menjadi GMPK untuk terus menyalakan api semangat mengentaskan korupsi,” ungkap dia.

Ia pun berpesan kepad ASN, sebagai abdi negara untuk menjadikan Hari Peringatan ASN sebagai momentum melawan korupsi.

“Perbuatan korupsi adalah perbuatan yang harus dihindari karena perilaku koruptif sangat bertentangan dengan Panca Prasetya Koprs Pegawai Republik Indonesia. Saya pun yakin, ASN, insan Korpri, akan menjaga selalu nilai-nilai kesetiaan, menjunjung tinggi dan memegang teguh kehormatan jabatan sebagai abdi negara. Di mana kepentingan negara dan rakyat menjadi hal utama demi persatuan bangsa dengan menegakkan kejujuran, keadilan serta profesionalisme, seperti butir-butir yang terkandung dalam Panca Prasetya Koprs Pegawai Republik Indonesia,” ujarnya.

“Sekali lagi, selamat hari Korpri ke-49. Mari bersama membangun bangsa tanpa korupsi. Mari kita lahirkan kontribusi kepada negara tanpa korupsi dan mari kita bersama melawan korupsi,” pungkasnya. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook