Bantuan RTLH Desa Sukadamai Dinilai Tidak Transparan

BOGOR, INDONEWS – Bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) layak diapresiasi, karena bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.

Pada tahun 2020, anggaran untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni senilai Rp 15 juta per rumah yang diturunkan melalui APBDES dengan sumber dana bantuan bupati.

Namun pihak pemerintah Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur dinilai tidak transparan dalam proses penyaluran bantuan Rutilahu kepada penerima. Pasalnya, pemberian bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah desa kepada warga dalam bentuk bahan material bangunan, dan warga penerima tidak diberitahu berapa nilai harga bahan material yang seharusnya diterima.

Akibatnya, penerima bantuan RTLH merasa kecewa karena jumlah harga bahan material tidak sesuai dengan dana yang seharusnya diterima.

Seperti halnya diungkapkan, Yusup sebagai penerima rumah tidak layak huni (RTLH) di RT 03/04 Desa Sukadamai. Yusup mengaku tak tahu jumlah anggaran untuk RTLH-nya.

“Saya hanya terima kayu 15 batang, hebel 4 kubik, kusen pintu 2, kusen jendela 3, semen hebel 4 sak, semen 2 sak, pasir 1 losbak, asbes 11, dan besi 4 batang. Tak ada keterangan pak, berapa uang yang dihabiskan untuk bangun rumah saya. Malah kaca, pintu dan juga lantainya masih tanah belum diapa-apakan, dan saya juga sempat ke desa minta rincian nota pembelajaan bahan material, tapi sampai sekarang belum juga dikasih,” kata Yusup kepada Indonews, belum lama ini.

Saat dikonfirmasi, Pjs Desa Sukadamai, Ihsan Suherman mengatakan, jika si penerima minta bon pembelanjaan, itu tidak relevan.

“Kita sering sosialisasikan terkait pembangunan RTLH tersebut, dan progres rumah itu memang benar belum 100 persen karena masih ada barang yang belum diambil dari material, seperti pintu, engsel dan pasir. Saya sudah minta juga kepada penerima tersebut untuk segera mengambil bahan yang masih ada di matrial yang sudah kami tunjuk,” jelasnya. (jay)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook