Ketua DPD GMPK Bogor: Hakordia Momentum Memutus Mata Rantai Korupsi

BOGOR, INDONEWS –  Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2020 jatuh pada hari Rabu, 9 Desember. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md berharap, Hakordia tak hanya menjadi peringatan belaka, melainkan menjadi pemicu untuk terus memberantas segala bentuk praktik korupsi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md

“Di Kabupaten Bogor sendiri, kami sudah banyak menyikapi kasus dugaan korupsi yang kita sebut masih kelas teri. Dimana masih adanya pungutan liar yang dilakukan secara massif dan terstruktur. Di sekolah misalnya, oknum kepala sekolah seakan mendapat jaminan aman dari atasannya. Ini yang kami sebut terstruktur,” ujar Jonny Sirait, saat ditemui di kawasan Cibinong Bogor, Selasa (8/12/2020).

Dengan demikian, lanjut Jonny, keberadaan GMPK salah satunya untuk menggugah mata dan telinga aparat penegak hukum yang berwenang dalam kasus korupsi agar semakin melek dengan praktik korupsi kekinian.

“Praktik korupsi kekinian dimaksud adalah, tindakan korupsi berkedok. Misalnya, pungutan liar dengan dalih sumbangan. Kemudian di birokrasi, ada istilah uang pelican untuk memperlancar tujuan dan masih banyak modus lainnya yang sulit ditebak tetapi menjamur dimana-mana,” terang dia.

Menurut Jonny, Hakordia terlahir salah satunya untuk membangunkan nurani bangsa agar terus mewaspadi bahaya laten korupsi, dan bahkan memberantasnya.

“Hakordia untuk memutus mata rantai korupsi dan penyuapan demi kondisi dunia yang lebih adil dan setara. Kami sepakat dengan pernyataan PBB, bahwa korupsi tumbuh subur di saat krisis dan pandemi global,” katanya.

Negara-negara di seluruh dunia, sambung pria berdarah Batak itu, telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk menangani keadaan darurat kesehatan dan untuk menghindari keruntuhan ekonomi global.

“Negara dengan tergesa-gesa memobilisasi dana miliaran untuk mendapatkan peralatan medis dan menyediakan jaring pengaman ekonomi bagi warga negara dan bisnis yang mengalami kesulitan. Namun, tanggapan mendesak ini juga menciptakan peluang yang signifikan untuk korupsi. Maka dari itu, GMPK sendiri terus instensif menyikapi segala bentuk dan potensi terjadinya korupsi, sesuai tugas, fokok dan fungsi kami,” ujarnya.

Dijelaskan, Tema Hari Anti Korupsi Sedunia 2020 ialah “RECOVER with INTEGRITY”. Tema tersebut berarti, pemulihan dari korupsi dan Covid-19 yang inklusif hanya dapat dicapai dengan integritas.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh aparat penegak hukum, khususnya di Bumi Tegar Beriman untuk lebih proaktif, peka dan responsive dalam mencegah terjadinya korupsi. GMPK membuka pintu lebar-lebar untuk bersama memberantas korupsi. Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2020. Mari berantas korupsi untuk menyelamatkan bangsa dan Negara tercinta,” tandas Jonny. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook