DP3AP2KB Dorong Terwujudnya Kabupaten Bogor Layak Anak

BOGOR, INDONEWS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB ) mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. DP3AP2KB Kabupaten Bogor, tahun 2020-2025  mempunyai program positif dan inovatif mengenai perlindungan anak, yaitu program Rencana Aksi Daerah (RAD) Tentang Kabupaten Layak Anak (KLA).

Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah dalam menjamin pemenuhan hak anak, dan perlindungan khusus anak dengan dasar hukum UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Permen PPPA RI nomor 11 tahun 2011 tentang kebijakan pengembangan Kabupaten Layak Anak serta Permen PPPA RI nomor 12 tentang Indikator Kabupaten Layak Anak, yang mana program ini akan terus dicanangkan untuk mendorong SKPD/lembaga dan dunia usaha serta pemerhati anak agar menjadi komitmen bersama dalam mencipatakan upaya untuk mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Layak Anak.

Anak merupakan suatu anugrah pemberian dan titipan yang maha kuasa yang harus dijaga, dirawat, diasuh, d didik dan dilindungi serta disayangi serta dipenuhi hak-haknya untuk sebagai bagian dari indikator dimana RAD merupakan pendukung utama dalam kelembagaan KLA.

Sehubungan dengan itu, maka DP3AP2KB Kabupaten Bogor mengadakan kegiatan Workshop RAD-KLA awal Desember lalu selama dua hari mulai tanggal 1 sampai 2 Desember, di Hotel New Ayuda Puncak, Cipayung, Bogor. Acara dihadiri SKPD, Dunia Usaha Lembaga Pemerintahan dan Kementerian Agama.

Materi yang disampaikan tentang RAD, KLA oleh narasumber dari KPP-PA pusat, Tenaga Ahli KLA tingkat Nasional serta melibatkan staf ahli bidang hubungan antar Lembaga Kementerian PPPA RI, Kepala PKGA IPB Bogor, Tim penyusun RAD-KLA dari IPB Bogor.

Dalam sambutannya, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Dra Hj. Nurhayati M.Si menyampaikan, perlu penyusunan RAD Kabupatan layak anak.

“RAD merupakan rencana strategis pengembangan program pembangunan yang berpihak pada pemenuhan hak anak di masing-masing SKPD dan bekerja sama dengan IPB Bogor dalam upaya mewujudkan Kabupaten Bogor yang layak anak,” ujarnya.

“RAD lahir tidak terlepas dari konvensi hak anak yang dituangkan dalam 5 klaster KLA, yaitu klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative, klaster kesehatan dasar kesejahteraan, klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya dan perlindungan khusus,” tambahnya.

Dikatakan, tujuan kabupaten/kota Layak Anak (KLA) adalah mewujudkan kabupaten dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana menyeluruh dan berkelanjutan.

Dia mengatakan, beberapa indikator yang harus dicapai agar sukses dan tercapai KLA, diantaranya setiap anak harus memiliki akta kelahiran, korban kekerasan harus terlayani dan ditangani, tidak ada lagi eksploitasi dan pornografi pada anak-anak, tidak ada korban stigma terorisme pada anak, tidak ada perkawinan anak dibawah umur, serta anak wajib belajar 12 tahun.

“Kemudian kita menilai harus ada Perda KLA, terlembaganya KLA melalui gugus tugas tingkat kabupaten, kecamatan dan desa serta keterlibatan masyarakat, dunia usaha, informasi dari media, infrastruktur ramah anak, dan harus ada fasilitas penyandang disabilitas dan lain sebagainnya,” terangnya.

“Peran serta dari semua elemen masyarakat untuk mewujudkannya program RAD KLA yang menyangkut kebutuhan anak harus intens, jika program ini dilaksanakan bersama-bersama maka program KLA akan cepat terwujud dan terlaksana di Kabupten Bogor,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook