Tekan Angka Stunting, Bumil Terima PMT KEK

Pembagian atau Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 20 ibu hamil.

BOGOR, INDONEWS – Angka stunting di Indonesia masih tinggi. Dari 34 provinsi, ada beberapa yang dibawah batas angka stunting WHO. Untuk mengatasinya, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui beberapa kebijakan kesehatan.

Kebijakan tersebut berupa program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ibu hamil (Bumil) dan Kekurang Energi Kronis (KEK).

Pada Kamis, 10 Desember 2020, diaula kantor Desa Bantarjati, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Pemdes Bantarjati melaksanakan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 20 ibu hamil.

Kegiatan itu sebagai selingan dengan bentuk kudapan atau makan penuh yang memperhatikan keseimbangan kandungan makanan khusus lokal yang sangat penting untuk pemulihan gizi bagi keluarga miskin (Gakin), bumil, menyusui dan KEK.

Hadir dalam acara tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Pjs Kepala Desa Bantarjati dan jajarannya, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini juga mengedepankan protokol kesehatan karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Pjs Kepala Desa Bantarjati, Adi Jaka mengatakan, PMT sangat penting dilaksanakan untuk pemulihan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

“Kemudian pemberian makanan yang terfokus baik pada zat gizi makro maupun mikro bagi balita dan ibu hamil hal ini sangat perlukan dalam rangka pencegahan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan balita stunting,” tuturnya.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemdes terhadap asupan gizi Baduta dan ibu hamil. Di  masa pandemi Covid-19 saat ,ini ibu hamil termasuk warga yang rentan terhadap dampak Covid-19 kalau tidak diperhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, maka bayi bisa berisiko stunting,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook