Kejanggalan Proyek di RSUD Ciawi, KPK Diminta Segera Memeriksa

Proyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga diwarnai adanya kejanggalan, sehingga dinilai dapat merugikan negara.

BOGOR, INDONEWS – Dua pekerjaan proyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinilai dapat merugikan negara. Pasalnya, proyek dengan biaya miliaran tersebut diwarnai kejanggalan.

Demikian disampaikan Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md.

Jonny juga mengaku pihaknya menemukan fakta pelaksanaan pembangunan, dimana bobot pekerjaan masih di bawah 10 persen, karena masih dalam tahap pembangunan struktur pondasi Gedung.

Pekerjaan belanja modal pengadaan gedung rumah sakit (belanja konstruksi) (banprop) itu merupakan pekerjaan gedung MDG’s dengan waktu pelaksanaan 170 hari kalender dan nilai kontrak sebesar Rp 35.403.388.356,34, dengan sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat melalui APDB Kabupaten Bogor. Sedangkan kontraktonya ialah PT. Putra Naggroe Aceh dengan konsultan pengawan PT. Abhinaya Kanaka Diyanti

BERITA TERKAIT: Lelang Tender Diduga Bermasalah, Pembangunan RSUD Ciawi Terancam Ditunda

“Kemudian kita temukan ada beberapa tiang atau paku bumi dalam keadaan setengah roboh. Sementara sisa masa pelaksanaan tinggal beberapa hari lagi. Kita juga heran, mengapa proyek pembangunan apapun di Kabupaten Bogor, setiap akhir tahun seperti linglung. Patut dipertanyakan ngapaian saja bulan-bulan sebelumnya. Dan apa yang salah dengan sistem keuangan maupun proses tender di Kabupaten Bogor yang kita cintai ini,” ujar Jonny, saat ditemui di bilang Cibinong Bogor, Minggu (13/12/2020).

Pihaknya juga mempertanyakan, mengapa pelaksanaan pekerjaan tersebut sampai mengalami ketidakmampuan dalam penyelesaian pekerjaan, sehingga berpotensi putus kontrak dan masuk dalam daftar hitam menurut UU.

BERITA TERKAIT: Jawaban ULP Kabupaten Bogor Atas Sanggahan PT DSCM Dinilai tak Masuk Akal

“Lalu, kita tanyakan apakah konstruksi pondasi gedung tersebut menggunakan KSLL atau tiang pancang? Apakah masa pelaksanaan 170 hari tidak mencukupi untuk waktu sampai penyelesaian pekerjaan tersebut? Bagaimana tanggapan dari pihak RSUD Ciawi dalam hal ini PPK sebagai pengendali kontrak? Dan apa penyebab ambruknya tiang atau paku bumi tersebut?” jelasnya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan ke pihak PT. Putra Nanggroe Aceh selaku pemenang tender, namun tidak menjawab.

Selamatkan Uang Negara

Dalam menyikapi kejanggalan tersebut, GMPK mendesak aparat penegak hukum termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk menyelamatkan uang Negara jika benar dalam proyek tersebut terjadi praktik korupsi.

“Kami semakin yakin bahwa proyek ini dicampuri adanya praktik korupsi, sehingga kita mendesak KPK segera turun untuk memeriksanya. Jika benar ada pelanggaran, kita minta pelaku yang terlibat ditindak tegas agar menjadi efek jera,” ujar Jonny.

BERITA TERKAIT: Proses Lelang RSUD Ciawi Diwarnai Dugaan Kejanggalan

Diberitakan sebelumnya, proyek pengadaan belanja modal gedung RSUD Ciawi melaui proses lelang dan diikuti ratusan perusahaan dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Kabupaten Bogor. Namun, dari ratusan perusahaan yang mengikuti lelang tersebut, hanya 16 yang melakukan penawaran dan masuk dalam proses selanjutnya. Hal ini kemudian dianggap janggal oleh perusahaan lain. (Bin/Mar)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook