Pembangunan Gedung H RSUD Ciawi Molor, PPK Bungkam

Proyek gedung H (Gizi) RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor yang molor diduga akibat adanya sejumlah pelanggaran.

BOGOR, INDONEWS – Dua pekerjaan proyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, salah satunya pembangunan gedung H (Gizi) molor, diduga akibat adanya sejumlah pelanggaran.

Ironisnya, Sulis selaku PPK Pembangunan Gedung H RSUD Ciawi, saat dikonfirmasi wartawan, ia bungkam. Padahal, proyek dengan nilai miliaran rupiah itu tinggal beberapa hari lagi, tetapi pekerjaannya masih dibawah 15 persen.

BACA JUGA: Pembangunan Gedung H RSUD Ciawi Molor, PPK Bungkam

Menurut papan proyek yang terpasang di area proyek, ditulis bahwa pengerjaannya selama 180 hari kalender.

Dalam papan juga tertulis, proyek tersebut menyerap dana Rp.34.153.053.682,29 dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2020. Sedangkan kontraktornya ialah PT. Heral Eranio Jaya serta konsultan pengawas CV. Tiga Saudara.

Kejanggalan pada proyek tersebut juga dikemukakan Pengurus DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Bangbang. Pihaknya menemukan fakta pelaksanaan pembangunan, dimana bobot pekerjaan masih di bawah 15 persen.

“Kita patut menduga adanya sejumlah pelanggaran pada proyek ini. Mengapa pelaksanaan pekerjaan sampai molor, sehingga dapat putus kontrak dan masuk dalam daftar hitam menurut Undang-undang. Lalu tidak jelas juga, apakah konstruksi pondasi gedung tersebut menggunakan KSLL atau tiang pancang  dan apakah pihak penyedia sudah diberikan uang muka? Sayangnya PPK juga enggan menjawab. Lalu ada apa ini?” ujar Bambang, saat dihubungi melalui pesan WhatsAppnya, Minggu (13/12) petang.

Dia juga mempertanyakan, apakah penyedia yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut akan diberikan putus kontrak, dimasukkan ke dalam daftar hitam dan pencairan jaminan pelaksanaan berdasarkan UU?

“Kita juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang wajib dilakukan menurut UU oleh PPK sebagai pengendali kontrak, dalam rangka pertanggungjawban atas pelaksanaan fisik pekerjaan? Dan apa juga penyebab ambruknya tiang atau paku bumi pada bangunan tersebut? Semua masih belum jelas karena pihak terkait tidak begitu transparan,” tandas Bangbang. (Bin/Mar)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook