Pekerja Di-PHK Akan Mendapat Bantuan Sosial

BOGOR, INDONEWS – Bentuk tindak lanjut dari pemulihan ekonomi, korban PHK akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta.

Bupati Bogor, Ade Yasin telah menyiapkan bantuan sosial (bansos) khusus untuk warga Kabupaten Bogor yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama Pandemi Covid-19 berupa uang tunai.

Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menyiapkan pagu anggaran Rp 28 milyar dalam APBD perubahan tahun 2020 untuk pemulihan ekonomi berupa Bansos korban PHK terdampak Pandemi Covid-19 dan bantuan permodalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).Khusus bagi penerima korban PHK akan didata oleh dinas tenaga kerja (Disnaker) melalui kecamatan masing-masing dan desa/kelurahan.

Banyaknya perusahaan yang mengalami penurunan produksi akibat Pandemi Covid-19 yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pekerja menjadi permasalahan baru bagi pemerintah dalam upaya memberikan solusi atau cara menumbuhkan perekonomian mereka yang terkena PHK.

Merespon hal itu, Kkelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor melalui dinas tenaga kerja dan Bank Tegar Beriman (BTB) setempat, Senin (14/12/2020) melaksanakan pengumpulan data yang sudah terverifikasi untuk membuat buku tabungan di BTB.

Lurah Karang Asem Barat, Wahyudi mengatakan, ada 147 warga yang sudah terdata dan sudah diverifikasi serta sudah memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor untuk pembuatan buku tabungan BTB.

“Hhari ini sudah yang kedua kalinya pelaksanaan program ini. Saya selaku Lurah Karang Asem Barat berharap kepada warga yang mendapatakan bantuan ini bisa mengunakannya dengan bijak agar bisa menopang perekenomian masyarakat yang saat ini terkena PHK dan tidak punya penghasilan karena dampak Covid-19,” jelas, Senin.

Sementara Andi, warga yang terkena PHK dari bulan Mei lalu menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan dari pemerintah ini sangat membantu korban PHK.

“Saya merasa tertolong, apalagi saat ini saya belum punya penghasilan tetap, sementara setiap hari keluarga saya butuh pengeluaran yang lumayan besar,” ungkapnya.

“Saya dan keluarga berharap bantuan terus diadakan selama pandemi covid-19, dimana saat ini bukan saya saja yang kena PHK, tapi masih banyak teman-teman yang lain yang juga kena PHK. Mereka juga sama berharap program ini terus diadakan dan cara ngurusnya tidak susah kok,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook