Debt Collector Meresahkan, 3 Ormas Surati Polres Bogor

BOGOR, INDONEWS – Praktik perampasan sepeda motor di jalan yang kerap dilakukan oleh debt collector terhadap para konsumen yang mengalami penunggakan pembayaran angsuran kredit menuai kecaman dari masyarakat dan ormas. Sebab tidak sedikit upaya pengambilan paksa dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi, bahkan tidak sedikit konsumen yang celaka dan trauma akibat perampasan kendaraan tersebut.

Perampasan kendaraan tanpa sertifikat fidusia dijerat dengan ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum atau tindak pidana pemaksaan dan ancaman perampasan.

Berdasarkan surat keputusan Mahkamah Agung pada tanggal 06 Januari 2020 memutuskan bahwa debt colector dan leasing dapat diancam pasal berlapis KUHP pasal 368 tentang perampasan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 378 tentang penipuan.

Menyikapi hal itu, Sekber ormas yang terdiri dari 3 ormas, yaitu Ormas Pemuda Pancasila (PP), ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melayangkan surat ke Kapolres Bogor. Surat ditandatangani 3 Ketua Tingkat Kecamatan, Ketua PP Cecep Uswan, Ketua BPPKB Banten Usman Jabir dan Ketua AMS Yadi.

Dalam surat tersebut, ada 3 pernyataan, yaitu:

1. Kami atas nama Sekber Ormas kecamatan Gunung Putri menolak adanya aktifitas atau penarikan kendaraan bermotor di jalan yang dilakukan oleh mata elang atau debt colector atas nama finance dengan alasan apapun.

2. Kami atas nama Sekber ormas Kecamatan Gunung Putri meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas pelaku Debt colector atau mata elang yang melakukan penarikan kendaraan di jalan.

3. Kami atas nama Sekber Ormas Kecamatan Gunung Putri mengajak pihak Muspika untuk menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Gunung Putri agar tercipta rasa aman dan nyaman.

Sedangkan alasan penolakan diantaranya karena membuat situasi dan kondisi tidak nyaman dan meresahkan, sering melakukan penarikan dengan disertai tindak kekerasan fisik.

Ketua Ormas Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kecamatan Gunung Putri saat dihubungi via WhatsApp Kamis (24/12/2020) membenarkan adanya surat tersebut, serta meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap para mata elang dan debt colecţor yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kita juga meminta polisi menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Apabila tidak segera ditindak, maka sekber ormas yang ada di Gunung Putri yang akan bertindak dan melakukan swiping terhadap matel (mata elang) dan DC (debt colector) untuk dibersihkan di wilayah Gunung Putri khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat Kecamatan Gunung Putri untuk tidak takut terhadap matel dan DC.

“Mari bersama-sama bersatu membasmi matel dan DC,” tandasnya.

Sementara Kapolsek Gunung Putri, AKP Andry Fran Ferdyawan menyampaikan bahwa laporan-laporan dari masyarakat terkait matel dan DC pasti akan ditindaklanjuti.

“Kita akan tertibkan. Memang secara aturan hukum tidak boleh dan tidak dibenarkan. Mengenai surat 3 ormas tersebut, kami sangat apreisasi dengan adanya ormas yang meminta pada pihak kepolisian untuk menindak tegas tindak kejahatan matel tersebut, menolak adanya matel yang meresahkan masyarakat. Tapi kami juga tidak ingin mereka yang melakukan swiping karena kami dari pihak kepolisianlah yang berhak melakukan penindakan tersebut,” ungkapnya.

“Jangan sampai juga nanti ada oknum anggota ormas yang terlibat menjadi pelaku matelnya, dan jika sampai ada oknum anggota ormas yang terlibat kami akan tindak tegas, karena itu akan mencoreng nama ormas itu sendiri,” tegasnya.

“Kami juga mengimbau semua ormas, jangan melakukan swiping dan ambil tindakan sendiri diluar ketentuan hukum, jika itu terjadi kami polsek tidak segan-segan dan tidak mentolerir ormas yang melakukan kegiatan diluar ketentuan hukum, tidak ada ormas yang lebih tinggi dari pemerintah (negara),” imbau Kapolsek Andry. (Fir)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook