Beras Bansos Bupati Bogor Tahap III Dinilai Jauh Lebih Baik

Salah seorang warga menunjukan beras bansos Bupati Bogor tahap III. Warga menyebut beras tersebut tidak dikeluhkan karena kualitasnya jauh lebih baik.

BOGOR, INDONEWS – Pemerintah Kabupaten Bogor per bulan Desember 2020 lalu kembali menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan tahap III berupa beras berisi 30 kg kini telah sampai kepada keluarga penerima manfaat dalam 2 karung beras, masing-masing berisi 15 kg. Tercatat ada 10 desa di Kecamatan Sukamakmur yang terdaftar sebagai penerima bantuan, diantaranya Desa Sukaresmi.

Achon (38) panggilan akrab Ketua RT 02, RW 07, Desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur menjelaskan, bahwa bantuan telah sampai ke desanya per tanggal 19 Desember, dan disalurkan ke masing-masing RT. Hingga saat ini, 5 Januari 2021, pihaknya mengaku tidak menerima keluhan, bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Di paguyuban RT RW juga tidak ada keluhan soal bansos ini. Alhamdulillah kondisi beras hingga ke tangan warga dalam kondisi baik, layak konsumsi,” terang Achon, Selasa (5/1/2020).

Pun demikian disampaikan Maryati, warga RT 03, RW 07 Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur ketika ditemui di dapur miliknya. Sambil memperlihatkan karung beras yang sudah setengahnya dikonsumsi, Maryati mengaku kondisi beras baik, tidak pera dan stok beras di rumahnya masih aman.

Sae beasna. Hatur nuhun ka pamarentah (Berasnya bagus. Terima kasih kepada pemerintah, red),” katanya yang tak piawai berkata-kata namun sudah menjelaskan bahwa beras layak konsumsi.

Tetangga Maryati, yakni Mimi yang juga tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) turut berkomentar. Berbeda dengan Maryati, karung beras didapur miliknya masih utuh, dibuka dan diambil untuk diperlihatkan. Tampak kondisi beras normal seperti beras pada umumnya. Diciumnya beras dalam genggaman tangannya dan berkata “Alhamdulillah sae, hatur nuhun Bupati Bogor. Katampi. (Alhamdulillah bagus. Terima kasih Bupati Bogor,red),” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md mengaku bersyukur jika beras bansos tidak dikeluhkan masyarakat.

“Kalau pun dulu memang ada beberapa warga menerima beras yang kurang layak konsumsi, namun kini perjuangan kita sudah menunjukan buah, dimana sejauh ini beras bansos tidak dikeluhkan masyarakat. Ini tentunya tidak terlepas dari peran pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Disperindag yang melakukan evaluasi agar bantuan jauh lebih baik,” ungkap Jonny.

Menurut pantauan GMPK, sambung Jonny, bahwa fakta yang terjadi di penyaluran untuk daerah Kabupaten Bogor sudah bagus.

“Kondisi beras yang disalurkan sejauh pemantauan kami saat ini sudang sangat jauh lebih baik. Namun demikian, kami menyarankan agar Pemkab Bogor, dalam hal ini Disperindag mempertahankan kualitas beras di penyaluran beras berikutnya, yang belum tersalurkan. Kita harap tetap dalam kondisi stagnan terhadap keadaan beras baik dan bagus,” paparnya.

Jonny menambahkan, berkaitan masih adanya keluhan di masyarakat penerima bantuan sosial Beras Bupati, yakni tentang banyaknya menir dalam beras tersebut agar dijadikan bahan evaluasi untuk perbaiakn kedepannya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyikapi beras bansos ini. Pemerintah dengan segera melakukan evaluasi dan perbaikan, meski belum secara maksimal ya, karena saat ini kita tahu masih dalam proses. Namun kita harap, pemerintah tidak bosan untuk melakukan perbaikan, sehingga faktanya saat ini masyarakat tak lagi khawatir,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook