Jamin Kualitas Beras Bansos, Disperindag Kabupaten Bogor Terus Lakukan Perbaikan

Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Dr. Nuradi, SH, MM, M. Hum.

BOGOR, INDONEWS – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bogor terus berupaya melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), salah satunya ialah bansos beras Bupati Bogor.

Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Dr. Nuradi, SH, MM, M. Hum mengatakan, saat ini bansos beras Bupati Bogor sudah memasuki tahap ketiga. Pihaknya telah berkaca pada tahap-tahap bansos sebelumnya agar bansos tahap tiga ini jauh lebih baik.

“Kita akui di lapangan masih ada beberapa polemik atau kendala. Hal itu wajar sebagai dinamika dalam menjalankan program. Tetapi yang jelas kita selalu melakukan evaluasi, sehingga Alhamdulillah di tahap ketiga ini masyarakat sudah banyak yang menyampaikan bahwa bansos beras jauh lebih baik,” jelas Nuradi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2021).

Nuradi menjelaskan, sebagai langkah pembaruan dan perbaikan, beras bansos tahap tiga melibatkan Perumda Tohaga.

“Dalam bansos tahap tiga ini ada 76.210 kepala keluarga penerima bansos. Beras bansos ini totalnya ada 22.863 ton untuk 11 kecamatan. Kemudian nanti sisanya untuk tahap tiga ini adalah dari Bulog. Adapun dasar Tohaga karena sebagai PKS dengan Disperindag. Dasarnya ialah Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Perumda Tohaga,” jelas Nuradi.

Dijelaskan Nuradi, bantuan beras bansos ini sebenarnya telah berakhir 31 Desember 2020. Untuk tohaga juga telah selesai di 11 kecamatan, sedangkan Bulog di 21 kecamatan.

“Kenapa kita melibatkan Tohaga, karena memang itu kan perusahaan umum daerah, masih bagian dari kita,” tutunya.

Lebih jauh Nuradi mengungkapkan, Disperindag bersama Perumda Tohaga maupun Perum Bulog Sub Divre Cianjur telah berupaya menjamin kualitas bansos yang disalurkan kepada masyarakat.

“Kami telah bersepakat dengan Bulog maupun Perumda Tohaga, tentu dengan menjamin kualitas bantuan, sehingga di tahap ketiga ini keluarga terdampak Covid-19 bisa menikmati beras ini. Kualitasnya baik,” ucap Nuradi.

Selain kualitas, sambung Nuradi, dalam kesepakatan bersama Perumda Tohaga maupun Bulog harga juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, agar sesuai dengan peraturan.

“Intinya, kami terus mencoba melakukan perbaikan dalam menjalankan amanah dari pemerintah ini. Sebelumnya, kita juga sudah membuka layanan pengaduan online untuk mengadukan jika nanti ada warga atau siapapun menemukan beras berkualitas buruk,” tegas Nuradi.

Kendati demikian, masih kata Nuradi, Disperindag tidak begitu percaya bahwa kualitas beras 100 persen baik. Maka, untuk mengantisipasinya Disperindag menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan dan pengecekan.

“Jika nanti ditemukan adanya beras jelek, menir dan sebagainya, kita minta untuk diganti. Maka dari itu, kita terbuka jika ada siapapun yang akan mengadukan terkait bansos beras tahap tiga ini,” ujarnya.

Nuradi mengungkapkan, sesuai tugas pokok fungsi Disperindag, yakni membantu bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang perdagangan dan bidang perindustrian serta tugas pembantuan.

“Maka sesuai tupoksi itu, tentunya kita ikut terlibat dalam perumusan kebijakan bidang perdagangan dan perindustrian, pelaksanaan kebijakan bidang perdagangan dan bidang perindustrian, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perdagangan dan bidang perindustrian, pelaksanaan administrasi dinas dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya. Intinya kita menjalankan semuanya sesuai aturan,” tandas Nuradi. (Bintono)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook