Warga ODGJ di Sukamakmur Butuh Perhatian Pemerintah

Nasip, salah satu Orang dengan Gangguan Jiwa yang membutuhkan perhatian pemerintah.

BOGOR, INDONEWS – Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2015 tentang RAN HAM dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 tahun 2015 tentang Aksi HAM, khususnya Aksi 25 tentang penemuan, pembebasan dan pengobatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi tugas dan fungsi dinas kesehatan.

Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 pasal 148 ayat 1 menyatakan penderita gangguan Jiwa mempunyai hak yang sama sebagai warga negara.

Terkait hal ini ada salah satu warga ODGJ di Kampung Cimenyan, RT 01/06, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur yang bernama Nasip. Ia sudah 4 tahun mengalami gangguan jiwa. Dia juga kondisinya lumpuh, buta serta tuli. Kondisi Nasip benar-benar memprihatinkan.

Adik Nasip, Enam saat ditemui INDONEWS di kediamannnya yang terlihat tidak layak huni mengungkapkan, awalnya rumah tersebut dihuni Nasip dan anak istrinya, namun saat ini hanya dihuni oleh Nasip sendiri setelah ditinggal istri dan anaknya.

“Saya dan ibu saya yang mengurusnya setelah ditinggal anak dan istrinya,” ungkap Enam, Senin (5/1/2021).

“Sejak kecil (Nasip) sudah lumpuh. Awalnya demam, panas tinggi sehingga membuat pertumbuhannya jadi tidak normal. Awalnya hanya lumpuh dan kurang pendengaran serta kurang melihat, namun setelah pernah kehilangan sapi peliharaannya yang dicuri orang, kakak saya jadi seperti ini,” tambah Enam.

Sementara Saemi, ibu Nasip, membenarkan hal itu. Dikatakan, semenjak ditinggal istri dan anak serta mengalami gangguan jiwa, dirinya dan Enam yang mengurus semua keperluan Nasib.

“Dulu pernah dibawa berobat ke rumah sakit, namun karena tidak ada biaya, terpaksa kami hentikan pengobatannya. Maklum saya tidak punya penghasilan tetap dan sudah tidak bisa bekerja berat lagi karena sudah tua,” ungkap Saemi.

“Saat ini kami hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah dan para dermawan agar bisa membantu anak saya dan keluarga saya. Saya tidak berharap banyak, hanya ingin anak saya sembuh,” harap Saemi.

Di tempat berbeda, Pjs Kepala Desa Sukadamai, Ihsan saat ditemui di kantornya mengatakan bahwa menurut keterangan dari stafnya, warga ODGJ tersebut pernah ditangani oleh pemerintah desa dengan membantu membawa berobat.

“Akan tetapi untuk perkembangannya saya belum tahu karena saya menjabat di Desa Sukadamai dari bulan April 2020, jadi baru saat ini saya mendapatkanlaporan hal ini,” terangnya.

“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin, untuk menindak lanjuti hal ini dengan melaporkan ke dinas terkait agar cepat ditangani dan diobati. Juga akan mendata semua warga ODGJ yang ada di Desa Sukadamai dan akan bekerja sama dengan TKSK dan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti,” tandasnya. (jaya)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook