Camat dan Kades Sebut Beras Bansos Tahap III tak Dikeluhkan Warga

Salah seorang warga menunjukan beras bansos Bupati Bogor tahap III. Warga menyebut beras tersebut tidak dikeluhkan karena kualitasnya jauh lebih baik.

BOGOR, INDONEWS –  Terkait beredarnya pemberitaan yang menyebutkan beras bantuan sosial (bansos) Bupati Bogor tahap tiga berlabel Pasar Tohaga tidak layak konsumsi karena, Camat Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid dan Plt Desa Sumur Batu Iskandar menjelaskan, sejauh ini di wilayahnya beras bansos tidak dikeluhkan masyarakat.

“Terkait pembagian beras bansos bupati tahap tiga, kita melaksanakan pemantauan. Dan di Babakan Madang ada proses dan mekanisme yang harus ditempuh. Pertama, ketika membagikan beras, unsur muspika itu harus ada, dengan staf kecamatan mengawal pembagian beras tersebut. Dan sejauh ini tidak ada masalah, tidak ada warga yang mengeluhkan,” jelas Cecep, saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (6/1/2020).

BERITA TERKAIT: Beras Bansos Bupati Bogor Tahap III Dinilai Jauh Lebih Baik

Cecep mengungkapkan, setelah beras dibagikan kepada warga penerima, beras kemudian dicek baik berat, sasaran, dan  kemudian penyalurannya pun pantau.

“Menurut pemantauan kami di lapangan, tidak ada masalah. Seandianya jika ada masyarakat yang protes, ya masyarakat yang mana, karena kita sudah melaporkannya ke Disperindag. Jadi berdasar pemantauan kami dan laporan dari petugas di lapangan yang dibekali surat tugas dari saya, tidak ada permasalahan yang berarti. Bahkan teman-teman media tadi bilang ke saya bahwa beras tahap tiga ini jauh lebih baik,” ujar Cecep.

BERITA TERKAIT: Terima Beras Bansos, Warga: Terima Kasih Bupati Bogor

Ia menegaskan, sejauh ini baik kadus, ketua RT, kepala desa maupun masyarakat tidak melakukan komplain atas kualitas beras bansos bupati tahap ketiga.

“Ketika ada yang mempermasalahkan, ya bagus untuk bahan koreksi. Tapi yang dipermasalahkannya apa? Itu untuk bahan kros cek dan evaluasi kita. Tapi yang jelas sejauh ini tidak ada masalah, dan kami sudah melaporkannya ke Disperindag,” pungkas Cecep.

Hal senada diungkapkan Pjs Kepala Desa Sumur Batu, Iskandar. Ketika disinggung sebuah pemberitaan hasil temuan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor tentang adanya beras bansos tahap tiga berkualitas tidak layak konsumsi, ia menjelaskan di Desa Sumur Batu sejauh ini tidak ada warga yang mengeluhkan kualitas beras.

BERITA TERKAIT: Jamin Kualitas Beras Bansos, Disperindag Kabupaten Bogor Terus Lakukan Perbaikan

“Kalau saya baca, di berita tersebut itu sebenarnya tidak ditulis di Desa Sumur Batu. Namun, terkait layak atau tidak layaknya beras tersebut, khususnya di desa kami, bisa dicek langsung ke warga. Sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat ke Desa Sumur Batu,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, hingga beras selesai dibagikan seluruhnya kepada warga, tidak ada satupun warga yang mengeluh akan kualitas beras bansos.

“Kita sebagai user, kalau pengadaan dan sebagainya itu ‘kan di level pemda. Saya hanya berpegang kepada masyarakat saja, dan sejauh ini tidak ada keluhan dari warga. Namun saya pun tidak bisa menyebutkan beras itu bagus atau tidak, itu saya tidak bisa. Yang jelas sejauh ini tidak ada keluhan dari warga. Itu pendapat saya. Silahkan cek saja ke lapangan,” tegas Iskandar.

Dikatakan, pihaknya juga melakukan pengawalan agar beras bansos tersebut benar-benar sampai ke tangan warga penerima.

“Kita hanya menjalankan tugas pokok saja. Kalau untuk penilaian kualitas beras, bukan menjadi tugas kami, mungkin itu ranahnya Disperindag atau pihak Pasar Tohaga. Kita hanya user, mekanisme saja yang kita atur. Kalau untuk masalah rendah atau bagusnya kualitas beras, itu mungkin kapasitas lembaga teknis. Layak atau tidak layaknya mereka yang punya ukuran,” pungkas Iskandar, yang juga dikonfirmasi melalui sambungan telpon. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook