Melalui Rakortas, Bupati Bogor Paparkan Rencana Penanganan Covid-19 di Tahun 2021

Bupati Bogor Ade Yasin (kanan) bersama Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat Rakor Terbatas (Rakortas).

BOGOR, INDONEWS – Untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19, Bupati Bogor, Ade Yasin melaksanakan Rakor Terbatas (Rakortas), terkait perencanaan anggaran penanganan Covid-19 di tahun 2021. Rakortas dilangsungkan di Ruang Rapat Bupati, Senin (11/1/2021).

Ade Yasin menjelaskan, Rakortas dilakukan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 01 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Selain itu, kata Ade, juga berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Penanganan Covid DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Bali pada Jumat 8 Januari 2021. Artinya, masih kata Ade Yasin, harus ada pengetatan kembali, yang akan berisiko pada kebutuhan anggaran dan kondisi keuangan penanganan lebih lanjut.

“Target  penanganan Covid di tahun 2021 adalah bagaimana menurunkan kasus harian, penurunan angka kematian dan peningkatan recovery rate. Minggu ini puncaknya, 100 kasus per hari di Kabupaten Bogor. Ketersediaan ruang isolasi ini hal yang sangat penting, tidak boleh adanya penolakan pasien masuk rumah sakit. Oleh karena itu, persiapkan penanganan dan anggaran sebaik-baiknya,” kata Ade, tegas.

Ade mengatakan, kesiapan penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tahun 2021 dengan cara mematangkan perencanaan penanganan Covid-19. Mulai dari ketersediaan ruang isolasi dengan menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021 sebesar Rp 28 milyar.

“Kemudian program Satu Milyar Satu Desa (SAMISADE) sebagai pendekatan pemulihan ekonomi karena kegiatannya berbasis padat karya, karena prediksi pandemi covid-19 masih akan terus berlangsung sampai vaksin sudah betul-betul hadir dipergunakan dan menjadi solusi penyelesaian pandemi ini,” jelasnya.

Selain itu, Ade Yasin menegaskan agar RS Cibogo difungsikan, Rumah Isolasi Kemang diperpanjang, juga BLUD RSUD di Kabupaten Bogor agar dikaji lagi pengadaan obat dan penanganan kesehatannya.

“Jangan semua anggarannya dari APBD, BLUD juga punya uang, beli sendiri,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook