Sengketa Lahan di Tarikolot, Pengembang Janji Menyelesaikan Bulan Depan

BOGOR, INONEWS – Kepala Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Wawan Kurniawan menghadiri mediasi warga yang resah karena rumah dan tanah yang mereka tempati dipagar sehingga tidak ada akses jalan. Pemagaran dilakukan pemilik tanah.

Mediasi digelar di Aula kantor desa setempat, Minggu (10/01/2021). Namun dalam hal ini, warga menilai penjual rumah, yakni Nurhayati terkesan tidak bertanggung jawab sehingga tiada titik temu.

Dalam mediasi, warga yang menjadi konsumen Nurhayati, terdiri dari 11 Kepala Keluarga meminta pertanggungjawaban pihak penjual, yaitu Nurhayati.

Surjana, perwakilan warga, menjelaskan bahwa warga melakukan kredit rumah KPR Pribadi pada Nurhayati. Akan tetapi diketahui lahan seluas 705 meter di Kampung Tarikolot, RT 03 RW 07 Desa Tarikolot itu masih milik Sunaryo.

“Sebelumnya mediasi ini dilakukan karena 11 warga yang sudah membeli rumah dan sudah lunas kepada Nurhayati. Namun sampai saat ini belum mendapatkan AJB atau pun sertifikat dari pihak Nurhayati. Maka dalam mediasi kami menuntut dan meminta Nurhayati agar bertangung jawab serta memberikan hak kami,” ungkap Surjana.

Di lahan seluas 705 meter itu, berdiri 13 unit rumah. Saat mediasi, warga penghuni rumah tersebut juga meminta pertanggungjawaban Nurhayati atas terjadinya pemagaran lahan.

Setelah berjalan cukup lama, pada mediasi yang dihadiri juga oleh pemilik lahan, pengembang dan difasilitasi pemerintah desa setempat, akhirnya Nurhayato menyepakati untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Hasil mediasinya, Nurhayanti selaku pengembang menyepakati pada 10 Februari untuk menyelesaikannnya,” tambah SUrjana.

Kades Tarikolot, Wawan Kurniawan mengaku baru mengetahui adanya proses perdagangan rumah pribadi di desanya. Ia pun sudah menegur kepada pihak pengembang untuk berlaku koperatif dan tidak mengulangi hal sama.

“Secara lisan kita sudah lakukan teguran kepada pengembang. Nah, untuk menghindari kejadian serupa, saya tekankan kepada RT RW untuk selalu memantau wilayahnya kususnya dalam proses jual beli tanah,” terangnya, usai mediasi.

Sementara itu pemilik lahan, Sunaryo juga membenarkan bahwa pihak pengembang akan menyelesaikan masalah tersebut, dengan tempo waktu per tanggal 10 Februari 2021.

BERITA TERKAIT: Belasan Warga Tarikolot Resah, Beli Rumah Ternyata di Tanah Sengketa

“Tuntutan saya hanya minta uang saya dibayar, yakni sebesar Rp 366 juta oleh Nurhayanti selaku pengembang yang sebelumnya membeli tanah saya. Persoalan ini sudah lama, sekitar 3 tahunan lamanya,” paparnya.

Salah satu konsumen, Suwarjana menuturkan, jika hak para konsumen telah disepakati pengembang pada 10 Februari mendatang, maka warga tidak akan menempuh jalur lain. Namun, jika tidak diselesaikan, warga akan menempuh jalur hukum.

“Jika meleset, tentunya akan kami tempuh dengan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib,” tegasnya.

Ditempat berbeda, Nurhayati selaku pengembang KPR Pribadi tersebut ketika dimintai keterangan enggan berkomentar. Ia memilih langsung pergi menghindari wartawan. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook