Warga Protes, KTP Hilang Saat Razia Masker di Cileungsi

FOTO: Salah satu pelanggar protokol kesehatan, Joni Andrean (baju biru) sedang mempertanyakan KTP nya yang diduga hilang saat didata Satpol PP

BOGOR, INDONEWS – Demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menekan penyebaran Covid-19, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Cileungsi, Kabupaten Bogor mengelar razia masker atau Operasi Yustisi di wilayah Desa Pasir Angin, Rabu (13/1/2021).

Operasi Yustisi dilaksanakan guna menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bogor tentang PPKM 202, untuk menerapkan protokol kesehatan demi menekan penyebaran Covid-19. Operasi Forkopimcam Cileungsi ini terdiri dari gabungan Koramil Cileungsi, Polsek Cileungsi, Satpol PP Kabupaten Bogor, Kecamatan Cileungsi serta dishub.

Dalam operasi, penindakan di tempat diberikan bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Mereka yang melanggar diberi sejumlah tindakan, mulai dari teguran hingga sanksi sosial. Pelanggar juga didata nama dan alamatnya.

Operasi Yustisi di Cileungsi siang tadi sempat diwarnai aksi protes salah satu pelanggar protokol kesehatan, Joni Andrean, warga Desa Situsari Tunggilis dan berlamat KTP Lampung. Saat hendak pergi untuk mengambil KTP di meja pendataan Satpol PP,  Joni bingung karena KTPnya hilang, lantas ia menanyakan pada petugas yang mendata sebelumnya.

“Iya KTP saya hilang saat razia ini, dan satpol PP memberikan janji akan membantu jika saya ada masalah diluar terkait identitas saya, dan bilang kalau KTP saya hilang,” ucap Joni kepada Indonews di lokasi.

Dia mengaku telah meminta pertanggungjawaban Satpol PP, namun Sat Pol PP tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sangat disayangkan dan saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Saya berharap hal ini ada pertangungjawaban, ya minimal KTP saya ada lagi,” ujar Joni dengan raut wajah kecewa.

Sementara itu, saat media meminta keterangan dari penangungjawab Operasi Yustisi, mereka tidak ada yang bersedia memberikan keterangan. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook