Terkait Dugaan Asusila, Ketua LPM Desa Ligarmukti Dinonaktifkan

Kades Ligarmukti, Samin

BOGOR, INDONEWS – Diduga berbuat asusila, Ketua LPM Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dinonaktifkan sementara oleh Kepala Desa Ligarmukti.

Dugaan asusilas tersebut diwarnai adanya foto oknum ketua LPM yang tidak senonoh. Foto beredar di masyarakat, khususnya di Desa Ligarmukti. Beredar juga isu di masyarakat bahwa oknum ketua LPM tersebut telah melakukan hal yang tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik.

Menurut informasi dari warga, oknum Ketua LPM Desa Ligarmukti inisial MM dan perempuan berinisial KT selaku Sekretaris TP PKK Desa Ligarmukti telah melakukan perbuatan asusila. Foto tak senonoh keduanya lalu beredar di masyarakat.

Kades Ligarmukti, Samin mengklarifikasi isu tersebut, Jumat (15/1/2021). Ia menjelaskan, kejadian tersebut sudah lama dan pihaknya tidak tahu kejadiannya dimana serta seperti apa.

“Saya selaku kepala desa sudah menindaklanjuti isu tersebut dan sudah memanggil serta menanyakan langsung kepada oknum LPM tersebut, tentang isu yang beredar di masyarakat, dan menurut pengakuannya bahwa isu tersebut tidak benar dan salah,” ucapnya.

“Saat ini kami pemerintah desa sudah menonaktifkan oknum tersebut dari jabatan ketua LPM sampai waktu yang belum bisa dipastikan. Semua kembali pada oknumnya, jika isu itu tidak benar silahkan buktikan dan jika sudah terbukti isu tidak benar, kami akan pertimbangkan lagi,” katanya.

“Selanjutnya terkait jabatannya sebagai ketua LPM, karena sampai saat ini kami tidak bisa terlalu jauh menyikapi isu itu, mengingat bukan ranah kami, maka kasus ini adalah delik aduan. Jika tidak ada yang mengadu, agak sulit pembuktiannya,” tambah Samin.

Pihaknya mengaku tidak nyaman dan terganggu atas adanya kejadian itu. Maka kedepannya akan terus berupaya maksimal memberikan pemahaman dan edukasi agar hal tersebut tidak terjadi kembali, karena bisa menimbulkan keresahan warga dan mencoreng instansi. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook