Solusi Data Base Masjid di Bogor, Pendataan Masjid Suatu Keniscayaan tak Terbantahkan

BOGOR, INDONEWS – Saat ini, seiring dengan semangat membangun masjid di masyarakat, tapi belum maksimal kesadaran untuk pendaftarannya ke suatu sistem pendataan masjid.

Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Urais), Enjat Munjiat, baru sekitar 3000 an yang sudah terdaftar dari kisaran 10.000 masjid di Kabupaten Bogor.

“Jadi masih ada sekira 7000 an yang menjadi ceruk harokah para muharrik masjid LTMNU, jika ingin berperan bersama petugas kami,” jelas Enjat.

“This is a challenge, we should response it,” demikian H. Agus Riadi, Ketua PC LTMNU Kab. Bogor langsung menyambar dan meyakinkan kepada koleganya Ust. H. Suyono yang mendampinginya.

“Kita buat konstruksi kerja samanya melalui nota kesepahaman (MoU) sinergitas untuk program ini, berikut pengembangannya seperti sosialisasi arah kiblat, dan lain-lain turunannya sehingga secara umum terakomodir,” tambah H. Agus.

“Ini penting. Ini penting karena dengan master kerja sama ini, teman-teman Muharrik yang Berharokah di lapangan, terlindungi legalitas dan semakin semangat membangun ukhuwwah dan kerja bareng dengan berbagai pemangku kepentingan. Seperti KUA, Camat, dan seterusnya di tataran yang menusuk hingga masjid itu berada,” demikian paparan H. Agus.

Untuk melengkapi data base masjid yang ada di lingkungan pendidikan, Kasie Pendidikan Agama Islam (Pais), KH. Romdhon memperkuat semangat. “Ini saatnya teman-teman LTMNU bergerak cepat, mengambil momen yang baik seperti saat ini,” ujar KH. Romdhon yang juga pernah menjadi Ketua PCNU Kabupaten Bogor dua periode.

Diharapkan, dengan rilis di media ini, ada masukan dan saran yang baik dan bisa terangkum dalam konstruksi harokah MOU di bidang kemasjidan yang rencananya dilaksanakan hari Senin 1 Februari 2021 mendatang, atau seminggu setelah pertemuan tanggal 25 Januari 2021.

“Makmurkan masjid (rumah-Nya). Pasti kau dimulyakan-Nya,” tandasnya. (bintono)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook