Di Kota Wisata, Tempat Pijat Refleksi Nekat Beroperasi dan Abaikan PPKM

Salah satu tempat pijat refleksi atau SPA dan Karaoke di Kota Wisata yang nekat beroperasi di tengah PPKM

BOGOR, INDONEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat terus memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasan Baru (AKB), menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Nomor 443/41/kpts/per-UU/2021 hingga kesembilan.

Untuk mencegah dan mempersempit penyebaran Covid-19, banyak aktivitas tempat yang dibatasi dan belum boleh beroperasi, meski kenyataannya di lapangan berkata lain.

Terpantau, masih banyak tempat pijat refleksi/SPA yang nekat beroperasi dan terkesan menantang perbub. Padahal sudah jelas, saat PSBB dan PPKM salah satu aktivitas yang dilarang beroperasi adalah usaha pijat refleksi/SPA dan karaoke.

Meskipun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak perda sering melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat), tapi dimasih banyak ditemukan sejumlah tempat pijat refleksi/SPA dan Karaoke yang saat ini nekad beroperasi. Parahnya lagi, dengan berkedok tempat pijat refleksi/SPA justru diduga dijadikan tempat bisnis prostitusi terselubung.

Kota Wisata adalah salah satu tempat yang subur untuk menjamurnya tempat pijat refleksi/SPA. Kota Wisata juga masuk dalam dua kecamatan, antara Kecamatan Cileungsi dan Gunung Putri. Dimana Blok Canadian masuk wilayah Cileungsi dan Sentra Eropa masuk wilayah Gunung Putri.

Salah satu warga sekitar yang tidak bersedia disebutkan namanya membenarkan bahwa di Kota Wisata menjamur usaha tempat pijat refleksi diduga menjadi sarang esek-esek.

“Iya mas di Kota Wisata ini memang tempatnya begitu (pijat refleksi/SPA), tapi enggak tahu juga bisa pijat apa tidak itu karyawannya. Soalnya kelihatannya masih muda-muda,” terangnya.

“Saya juga bingung mas. Situasi pandemi Covid-19 setahu saya tempat begitu gak boleh buka, tapi nyatanya mas bisa lihat sendiri ‘kan,” tambah warga tersebut.

Padahal kata dia, Satpol PP sering mengimbau dan melakukan razia masker serta razia kerumunan. “Tapi malah tempat begini terkesan tak menggubris. Seolah gak takut Covid-19. Ya saya sih berharap ada tindakan tegas dari Satpol PP, jangan cuman tegas razia masker saja, tapi tegas juga sama tempat beginian,” tandasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook