Minta Pindah Bagian Karena Sakit, Karyawan PT Huaxing Disodori Surat Pengunduran Diri

BOGOR, INDONEWS – Nasib naas dialami Ata Bin Empen, warga di Kampung Rawa Hingkik, RT 01/01, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi. Ata sebagai seorang karyawan harian lepas yang bekerja selama 9 tahun di PT Huaxing Industri itu mendapat perlakukan tidak mengenakan dari tempat kerjanya.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang peleburan besi di jalan Raya Narogong, Kampung Rawa Hingkik, RT 02/01, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat meminta izin pindah bagian karena sakit, justru disodorkan surat pengunduran diri dari perusahaan.

Diceritakan Ata, dirinya sudah satu tahun ini mengalami sakit dan divonis dokter mengalami sakit dalam, atau sakit paru-paru.

“Saya sudah bolak-balik ke dokter selama satu tahun ini, namun tidak ada perubahan dan tidak ada perkembangan, tapi Alhamdulilah masih bisa bekerja walaupun dengan risiko penyakit saya akan kambuh lagi,” ungkapnya, Senin (1/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah sembilan tahun kerja tapi tidak diangkat menjadi karyawan. “Saya juga gak tahu kenapa apa aturannya emang begitu atau gimana,” ujarnya.

Dikatakan Ata bahwa dirinya datang lagi keperusahaan untuk meminta izin dan meminta kebijaksanaan perusahaan terkait bagian kerja dirinya.

“Saya coba menghadap HRD, Adi Mulyatno dan ini sudah yang kedua kali menghadap HRD untuk meminta pindah bagian. Dasar saya melakukan ini adalah penyakit saya, karena sudah bolak-balik berobat ke dokter. Tidak ada perkembangan dan dokter RS menyarankan jika mau ada perubahan dan sembuh harus pindah bagian, karena posisi kerja saat ini bahaya untuk orang yang sedang sakit paru-paru,” jelasnya.

“Sebelumnya saya sudah cerita sama dokter jika di tempat kerja saya berbahaya untuk pernafasan dan orang yang sakit paru-paru, sehingga dokter menyarakan demikian,” jelas Ata.

“Saya menghadap HRD hari ini berharap dapat kebijakan dari perusahaan, namun apa yang saya dapat hasilnya nihil. Sebelumnya perusahaan meminta saya untuk mencari pengganti saya, tapi sampai hari ini saya tidak bisa memenuhi apa yang menjadi permintaan HRD, karena secara kewenangan saya tidak punya wewenang untuk mencari penganti diposisi (bagian) saya. Namun perusahaan terkesan memaksa harus ada jika saya ingin pindah bagian,” tambah Ata.

Dan kagetnya lagi, kata dia, hari ini saat menghadap HRD bukannya dapat jawaban yang bisa membuat dirinya lega dan tenang malah disodorkan kertas kosong dan disuruh membuat surat pengunduran diri, akan tetapi karna dirinya merasa ini tidak adil, maka menolaknya.

“Saya kecewa dan meminta kepada perusahaan agar lebih bijak. Dan jika memang saya tidak diperlukan lagi, tidak apa-apa. Tapi hak saya selama sembilan tahun bekerja harus juga dipenuhi sesuai UU ketenagakerjaan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara saat Indonews mendatangi perusahaan tersebut untuk mengkonfirmasi HRD PT Huaxing Industri Adi Mulyatno dan meminta satpam untuk menyampaikan ke pihak menejemen bahwa ada awak media ingin bertemu, setelah lima belas menit menunggu di pos satpam, alhasil satpam menyampaikan bahwa HRD tidak bisa menemui awak media. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook