Sebanyak 5 Nakes Puskemas Bojong Nangka Batal Divaksin Karena Terpapar Covid-19

BOGOR, INDONEWS – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sudah dimulai. Vaksinisasi diawali oleh Kapolres AKBP Harun dan anggota DPRD Muad Khalim serta Wakapolres AKP Marwan Fajrin Kamis lalu.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan di setiap fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, tak terkecuali Puskesmas Bojong Nangka, Kecamtan Gunung Putri, Kabupten Bogor, Jawa Barat.

Acara dihadiri Kepala Desa Tlajung Udik terpilih, Yusup Ibrahim dan disaksikan Babinsa, Bhabinkamtibmas dari dua desa, yaitu Bojong Nangka dan Tlajung Udik serta Satpol PP. Sedangkan orang yang menjalani vaksinisasi ialah tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Bojong Nangka.

Pantauan Indonews, tenaga kesehatan pertama yang menjalani vaksinasi adalah kepala puskesmas, disusul dokter, perawat serta para medis.

Jumlah nakes Puskesmas Bojong Nangka yang akan divaksin awalnya berjumlah 18 orang, namun setelah dilakukan cek kesehatan, 5 orang terkompirmasi positif Covid-19, dan 6 orang lagi sedang menunggu hasil uji kesehatan (tes swab), sehingga hanya 7 orang nakes yang dapat menerima vaksinasi.

“Vaksinasi ini direncanakan sejak seminggu lalu, namun karena dari 18 tenaga kesehatan ada 11 orang tidak lolos uji kesehatan sebelumnya, jadi hanya 7 orang yang lolos dari uji kesehatan sehingga baru hari ini bisa dilaksanakan. Mereka diberikan dua dosis, saat ini baru dosis pertama. Dosis keduanya setelah 14 hari, terhitung dari pemberian vaksinasi pertama,” jelas Kepala Puskesmas dr. Dian Chaijadi, M. Biomed, Rabu (3/2/2021).

Dikatakan Dian, tahapan vaksinasi dilakukan melalui empat meja,  lain meja satu pendaftaran, meja dua skrining, meja tiga vaksinasi dan meja empat observasi.

“Adapun vaksinator yang bertugas adalah tenaga kesehatan terdiri dari bidan, dokter dan perawat para medis,” jelasnya.

Dikatakan, vaksinasi Covid-19 harus melalui tahapan tersebut, tidak boleh dilewatkan. Jika dalam tahapan itu ditemukan penyakit atau dalam skrining, maka tidak boleh divaksin, harus menunggu kesehatan normal dan benar-benar sehat.

“Jangan kawatir terhadap vaksin yang diberikan, karena telah melalui tahap uji coba dan hasilnya tidak ada hal-hal yang menimbulkan keresahan masyarakat. Masyarakat harus tahu kalau Covid-19 memang ada dan bahaya karena dampaknya nyata dirasakan. Vaksinasi menjadi upaya yang baik untuk mencegah penularan,” jelasnya.

“Untuk masyarakat, mari kita bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19, karena sampai saat ini angka penularan Covid-19 masih sangat tinggi. Untuk itu saya mengajak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes), menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, selalu menjaga jarak dan hindari kerumunan,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook