Sertijab, Kades Citeureup Tolak Tandatangani Berkas Aset Desa

BOGOR, INDONEWS – Pemerintah Desa (Pemdes) Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepala desa baru dengan Pj kades sementara di aula Desa Citeureup, Jumat (5/2/2021).

Sertijab dihadiri Camat Citeureup Ridwan Said, Kades terpilih Marwan Hermawan beserta istri, Pj kades sementara Padi Ardianto, Kasi Pemerintahan Kecamatan Citeureup, Perwakilan Panitia Pilkades, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat  serta tamu undanngan lainnya.

Dalam acara sertijab, ada beberapa berkas yang harus diserahkan Pj kades sementara dengan kades baru. Namun ada yang menarik, dalam penandatangan dan penyerahan berkas, kades hanya bersedia menandatangani berkas arsip adminitrasi saja, tetapi terkait berkas data aset desa baik yang bergerak atau tidak bergerak, ia menolak.

Kades terpilih Marwan Hermawan tidak bersedia menandatangani data asset desa dengan alas an harus mengecek fisik dan belum mengetahui keberadaan fisiknya, serta ingin tahu kejelesannya dulu.

“Di sini kita hanya ingin jelas yang dilaporkan seperti apa fisiknya Dalam hal ini kita bertangungjawab. Mungkin kalau sama orang saya bisa berbohong, tapi di sini kita punya gusti Allah,” ujar Marwan.

“Saya harus jelas. Kalau A ya A. Kalau B ya B. Saya hanya ingin ketransparanan, serta harus jelas karena itu hak semua masyarakat untuk mengetahui. Selanjutnya akan melakukan cek ulang keberadaannya serta cek fisik,” tegasnya.

Pj kades sementara, Padi Ardianto menangapi keputusan Marwan Hermawan usai acara. Padi memulai dengan menjelaskan bahwa sertijab sudah selesai dan penyerahan berkas juga selesai.

“Jadi yang kami serahkan adalah data Leter C Desa Citeureup, stempel dan aset dengan data-data base yang terdiri dari meja, kursi, komputer dan lain sebagainya yang menyangkut perlengkapan desa,” ucapnya.

Ia kemudian menanggapi penolakan penandatanganan berkas aset desa oleh kades terpilih.”Betul, karena beliau ingin cek dulu. Dan data aset yang diserahkan ke kades terpilih ada data hasil dari pendataan kasi pemertintahan Kecamtan Citeureup. Tapi itu juga hak beliau, apakah mau tandatangan atau tidak, silahkan saja buat saya tidak ada masalah,” jelasnya.

“Mungkin ragunya beliau karena belum ngecek. Butuh waktu. Insha Allah besok-besok juga pasti beliau mau tandatangan setelah melakukan cek ulang, karena sepengetahuan saya, semua inventaris sudah masuk ke dalam data base,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook