Soal Polemik Fasos-Fasum, Kepala Desa Tlajung Udik: Itu PR Terbesar

Serah terima jabatan sejumlah kepala desa terpilih di Kecamatan Gunung Putri

BOGOR, INDONEWS – Serah terima jabatan dari penjabat Kepala Desa Sementara Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Adi Sopian kepada kades terpilih Yusup Ibrahim Periode 2021-2027 berlangsung di gedung SMPN 01 Gunung Putri, Sabtu (6/2/2021).

Turut hadir dalam sertijab, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kapolsek Gunung Putri Kompol Andri Fran Ferdyawan, Danramil 2105 Lettu Ferianto, Kades se Kecamatan Gunung Putri, kades terpilih Desa Wanaherang Heri Sudewo beserta istri, kades terpilih Desa Tlajung Udik Yusup Ibrahim beserta istri, kades terpilih Desa Bojong Kulur Rian Firman beserta istri, para Pj kades sementara dari tiga desa, perwakilan Panitia Pilkades dari tiga Desa Ketua  BPD dari tiga desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat  serta tamu undanngan lainnya.

Saat ditemui Indonews usai sertijab, Kades Tlajung Udik terpilih, Yusup Ibrahim mengucapkan syukur karena atas kehendak Allah SWT telah dilaksanakan sertijab kepaladesa terpilih periode 2021-2027.

“Yang saya akan kerja pertama adalah mendata kembali penduduk Desa Tlajung Udik, karena saya butuh validasi data di lapangan. Yang kedua pencegahan dan penanganan Covid-19 dan harus jadi prioritas pemerintah desa. Harusnya ada program-program lain, cuma mungkin dalam program 100 hari kerja nanti saya akan mencoba untuk kaitan penangan desa, menganalisa, menidentifikasi dan mendata ulang penduduk,” jelasnya.

Dikatakan, terkait pergantian perangkat desa sebelumnya, dia membuka seluas-luasnya lowongan untuk duduk sebagai perangkat desa.

“Saat ini, yang sudah masuk 160 lebih, tentunya kita juga bijak dalam hal ini menyikapinya, teman-teman atau sahabat yang punya pengalaman dan pernah duduk jadi perangkat desa yang berkualitas, ya kita harus realistis,” ungkapnya.

“Dalam hal ini kita tetap menjaga stabilitas bagaimana caranya roda ekonomi ataupun roda pemerintahan Desa Tlajung tetap berjalan lancer. Jadi saya tidak memungkiri hal itu. Tapi secara realistis, saya akan meninjau dan mengkaji yang pernah menjadi perangkat desa. Kalau dia punya kemampuan dan memenuhi kriteria, kenapa tidak?” tambahnya.

Dijelaskannya, terkait pencemaran lingkungan, khususnya Situ Tlajung, ia mengaku sebelumnya bersama relawan, karang taruna dan pihak lain meninjau hingga saat ini dalam tahap analisa dan identifikasi.

“Apakah itu betul pencemaran, atau iklim berkelanjutan, itu kita kaji. Saat ini kami sudah ambil sample dan sedang uji di lab. Jika ditemukan ada zat-zat berbahaya, kita tidak segan-segan menindak tegas perusahaan yang nakal,” ujarnya.

Terkait polemik adanya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang sejak tahun 2018  sampai saat ini belum jelas, Yusup mengaku hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar.

“Itu adalah salah satu PR terbesar buat saya. Memang saya belum terjun langsung dan menelusuri, hanya baru mendengar dan sedang menganalisa. Saya akan menindaklanjuti untuk mengetahui kebenarnnya. Mohon sabar, kami akan kami kroscek di lapangan langsung. Semoga ada titik terang sehingga harapan masyarakat segera terwujud,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook