Terkait Peristiwan Ikan Mati Keracunan, Dewan Tinjau Situ Citongtut

Anggota DPRD Kabupaten Boogor dari Komisi II Adi meninjau Situ Citongtut, di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS – Peristiwa ribuan ikan mati di Situ Citongtut, tepatnya di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor sempat mengegerkan masyarakat sekitar.

Warga menilai ikan-ikan itu mati karena Situ Citongtut tercemar limbah beracun dari pabrik yang tidak bertangung jawab.

Kepala Desa Cicadas dan jajarannya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa sempat melakukan sidak ke lokasi dan akan memanggil 17 perusahaan yang membuang limbah di aliran rawa Situ Citongtut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor juga sudah melakukan sidak terdahap dua perusahaan yang bergerak dibidang retail, diantaranya bergerak di bidang stofom dan lainnya.

Lantas, peristiwa tersebut juga membuat Anggota DPRD Kabupaten Boogor dari Komisi II Adi Suwardi penasaran. Ia turun langsung meninjau Situ Citongtut untuk mengetahui penyebabnya, Sabtu (6/2/2021).

Dalam sidak tersebut Adi didampingi Anggota Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Provinsi Jawa Barat. Disela sidak, Adi Suwardi menanyakan kepada warga terkait kejadian ribuan ikan yang mati tersebut.

“Saya ingin ada kepastian, bukan katanya. Saya ingin tahu sejauh mana kondisi eksisting saat ini, setelah pasca ramainya ikan mati di Situ Citontut,” ujar Adi.

“Sampai semuanya, dinas terkait termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor turun, saya ingin tahu sejauh mana kebenarannya, dan ini awalnya dari mana tentu harus dicari. Kalau memang ada yang membuat mati ikan-ikan di Situ Citongtut, tentu harus ditindaklanjuti,” jelas Adi Suwardi.

Ia mengaku telah sudah banyak berdiskusi dengan pihak di lapangan. Alhasil pendapat mereka beragam, baik positif dan negatif. Artinya, kata dia, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk orang yang ditugaskan oleh pihak Provinsi yaitu BBWS.

“Tentunya dalam hal ini sinergitas sangat penting dibangun dan dilaksanakan, menyangkut sekecil apapun kegiatan yang ada di Situ Citongtut ini harus berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Berikutnya saya akan memberikan rekomendasi dan catataan-catatan penting dalam rapat kerja DPRD Komisi II, karena sudah menjadi tangung jawab saya sebagai dewan dalam hal pengawasan Situ yang ada di Kabupaten Bogor. Jadi situ itu harus betul-betul dilestarikan fungsinya agar memberikan dampak positif yang benilai ekonomis untuk masyarakat sekitar,” tambahnya.

“Saya akan menindaklanjuti dan berkordinasi dengan DLH karena merekalah yang bertangungjawab, dan mereka adalah kepanjangan tangan bupati. Saya akan meminta dan mendorong DLH agar satgas-satgasnya yang ada di kabupaten, kecamatan dan desa bersinergi untuk memaksimalkan fungsi pengawasan sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Sementara, anggota BBWS, Anif mengapresiasi anggota DPRD Kabupaten Bogor yagn telah peduli terhadap lingkungan dan mendukung BBWAS.

“Saya berharap dengan kedatangan dewan ini membawa hal positif terhadap lingkungan sehingga situ bisa lebih baik, dan dapat menekan DLH dan perusahaan-perusahaan serta camat dan kepala desa agar lebih memperhatikan dan peduli terhadap situ,” ungkapnya.

Ia berharap pihak terkait dapat memberikan pencerahan dan memberikan pemahaman pada masyarakat, khususnya di Desa Cicadas, umumnya masyarakat Kecamatan Gunung Putri, bahwa situ menjadi tanggung jawab BBWS dan milik BBWS.

“Perlu saya tegaskan, siapapun yang akan melakukan aktifitas di situ, harus ada persetujuan BBWS,” tukasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook