Jonny Sirait: Hari Pers Nasional Cambuk Melawan Pandemi

Pemimpin Redaksi Indonews, Jonny Sirait, A.Md

BOGOR, INDONEWS – Hari ini, Selasa (9/2), Hari Pers Nasional (HPN) tengah diperingati masyarakat Indonesia. Peringatan ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ditetapkan melalui Keppres Nomor 5 tahun 1985.

Puncak Peringatan HPN yang mengusung tema “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi dengan Pers sebagai Akselerator Perubahan” berlangsung di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta.

“HPN bermula dari peran pers Tanah Air sebagai wadah penyampaian informasi, aspirasi, dan media komunikasi. Kala itu, pers nasional telah mewujudkan pembangunan, pengamalan Pancasila, dan kemerdekaan Indonesia,” jelas Pemimpin Redaksi Indonews, Jonny Sirait, A.Md, yang secara khusus memperingati HPN secara virtual bersama keluarga besar Indonews, Selasa, sore.

Dalam kesempatan itu, Jonny menguraikan bahwa sebelum Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985 dibuat, HPN telah dibahas pada 1978 sebagai salah satu keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Kota Padang, Sumatera Barat.

“Dalam Kongres tersebut, sejumlah tokoh hendak memperingati peran pers nasional dalam sejarah kemerdekaan Indonesia melalui penetapan satu hari bersejarah. Pada sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung tanggal 19 Februari 1981, keinginan tersebut mendapatkan titik terang. Dewan Pers menyetujui peringatan untuk pers dirayakan setiap tahun,” jelas Jonny.

“Setelah mengalami berbagai dinamika dan permasalahan, Hari Pers Nasional akhirnya resmi diperingati di Indonesia setiap tanggal 9 Februari. Perayaan tersebut digelar setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia dengan berbagai tema,” tutur pria berdarah Batak itu.

Lantas, secara khusus Jonny mengajak seluruh wartawan wartawati Indonews yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia untuk meningkatkan etos kerja sebagai pencerdas bangsa dengan mengolah dan menyajikan berita yang edukatif dan akurat.

“Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah. Yang dimaksud pers sebagai pilar ke-4 adalah pers memiliki fungsi yaitu sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Fungsi kontrol tersebut menjadikan fungsi pers dalam masyarakat semakin menguat,” imbuhnya.

“Pers harus bisa berfungsi melakukan cover both side (melihat sudut pandang berita dari dua sisi) yang harus dipertahankan karena pers merupakan alat kontrol sosial bagi pemerintah sehingga pers menjadi media penyampaian aspirasi masyarakat terhadap pemerintah. Serta pers juga harus memiliki fungsi gate keeper dimana harus menyaring dalam setiap pemberitannya. Diharapkan fungsi pers tersebut dapat mendidik yang baik bagi masyarakat serta dapat menjadi penjembatan yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Saya harap teman-teman semua menjalankannya dengan baik,” pinta Jonny.

Mengingat HPN tahun di masa pandemi Covid-19, Jonny pun mengajak wartawan Indonews untuk terus menginformasikan perkembangan berita virus tersebut sehingga dapat mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah menghentikan penyebaran virus corona.

“Sesuai dengan subjek temanya, bangkit dari pandemi, dengan Pers sebagai akselerator perubahan, kita harus mampu mewujudkan tantangan ini. Jadi bisa dikatakan, Pandemi Covid-19, tantangan tersendiri untuk insan pers dalam memeranginya. HPN juga cambuk untuk melawan pandemi. Selamat Hari Pers Nasional. Semoga semakin jaya, professional dan mampu membangun bangsa lebih baik,” pungkasnya. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook