Pencabutan SK Karang Taruna Cicadas Dinilai Direkayasa

BOGOR, INDONEWS – Terkait Pencabutan SK Ketua Karang Taruna Desa Cicadas, Firman, oleh Kepala Desa Cicadas selaku Pembina langsung Karang Taruna Cicadas dianggap berbagai pihak adalah hal yang melanggar aturan dan cacat hukum, hingga akhirnya berbuntut panjang.

Seperti diketahui, bahwa belum lama ini Karang Taruna Kecamatan Gunung Putri melalui Biro Hukum Karang Taruna Kecamatan Gunung Putri, yaitu Ajhari. SH mengeluarkan statemen di salah satu media online bahwa ia menilai ada beberapa kesalahan dalam mekanisme legal standing dan hanya berdasarkan ketidaksukaan pada seseorang, sehingga dibuatkan mosi tidak percaya dan akhirnya berujung pencabutan SK.

Selain itu, pencabutan SK Ketua Karang Taruna Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor diduga direkayasa oleh Kepala Desa Cicadas dan memang mencari-cari kesalahan Ketua Karang Taruna Desa Cicadas.

Hal ini diungkapkan salah satu angota Karang Taruna Cicadas, Heru sebagai anggota Bidang Ketenagakerjaan di struktur Karang Taruna Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Saya Heru, anggota dari Karang Taruna Cicadas yang membidangi bagian Ketenagakerjaan. Saya pernah ditarik, disuruh ke cafe sekitar pukul 19.00 malem. Lurah itu (Kades Cicadas, Dian Hermawan, red) mengimingkan kerajaan ke saya, mau memasukan saya kerja, tapi harus mencari kesalahan melaui VN nya (voice not). Pokoknya Ketua Karang Taruna menjelek-jelekan tentang lurah, kirim ke dirinya. Waktu itu saya iya-iya saja, karena saya juga bisa menilai mana pemimpin yang harus jadi pemimpin, yaitu tidak seperti itu,” papar Heru saat ditemui Indonews, Jumat (5/2/2021) lalu.

Adanya permasalahan tersebut dianggap oleh berbagai pihak adalah sebuah pemaksaan kehendak dan keputusan yang cacat hukum sehingga menuai kritikan keras dari Agus Rahya, selaku Wakil Ketua LSM Laskar Maung Bodas DPC Kabupaten Bogor.

“Pencabutan SK ketua Karang Taruna Cicadas, Kecamatan Gunung Putri ini benar-benar diluar aturan, cacat hukum dan terkesan memaksakan. Kenapa hanya dalih mosi tidak percaya dari pokja tanpa bukti yang kuat langsung ambil tindakan pecabutan SK. Ini sudah diluar batas. Kepala Desa Cicadas dengan melakukan ini harusnya cari pembuktian dulu, benar atau tidak saudara Firman ini melanggar ketentuan aturan,” ucap Agus, Sabtu (6/2/2021)

Selain kritik keras terkait pencabutan SK yang dinilainya cacat hukum dan dipaksakan, Agus pun menentang keras sikap Kepala Desa Cicadas yang diduga bersikap tidak pantas dengan meminta anggota Karang Taruna Cicadas untuk mencari-cari kesalahan Ketua Karang Taruna Cicadas.

“Apa-apan ini. Kok ada kepala desa yang bersikap seperti itu. Ini sungguh tidak pantas dilakukan seorang kepala desa kepada Ketua Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang legalitasnya sah di mata intansi pemerintahan. Saya akan bawa permasalahan ini ke organisasi Karang Taruna Kabupaten Bogor. Bila perlu saya bawa masalah ini ke DPMD. Sikap kepala desa menurut saya tidak pantas,” pungkasnya dengan nada keras. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook