297 Buruh Tekstil di Tangsel Tuntut Uang Pesangon Rp 16,4 Miliar

TANGERANG, INDONEWS – Serikat Buruh Sejahrtera Indonesia (SBSI) cabang Tangerang Selatan (Tangsel) meminta kepada Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang mengabulkan gugatan 297 mantan buruh PT Sinar Central Sandang (SCS) terkait uang pesangon sebesar Rp 16,4 miliar.

Pada surat permohonannya, para buruh pabrik tekstil itu meminta kepada Majelis Hakim yang menyidangkan perkara menyatakan SCS selaku tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (SKB) sebagaimana diatur dalam Pasal 70 ayat 3 jo Pasal 58 ayat 4.

“Kita meminta agar pengadilan menghukum tergugat membayar uang pesangon kepada 297 buruh sebagaimana di atur dalam surat perjanjian kerja besama khususnya Pasal 70,” tegas Ketua SBSI Tangsel Marsono dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Menurut Marsono, agar para buruh bisa mendapatkan haknya, mereka juga mengajukan sita jaminan terhadap aset dan harta benda milik SCS berupa sertifikat tanah yang terletak di Jl. Raya Serpong Km No. 7 Serpong, Kota Tangerang Selatan, dan mesin pemintal kapas milik tergugat.

Bahkan, sambung Marsono, puluhan buruh menduduki areal pabrik dengan membuat base camp guna menjaga alat dan aset yang dimiliki SCS sebagai alat sita jaminan membayar pesangon mereka.

Sementara Ketua DPW LSM Berkordinasi DKI Jakarta Marjuddin Waruwu menilai apa yang dilakukan oleh para karyawan SCS hanya menginginkan keadilan atas haknya dikembalikan. Dia juga berharap agar pengadilan bersikap adil dan memperjuangkan nasib karyawan yang harus kehilangan pekerjaannya.

Marjudin juga berharap agar aparat kepolisian agar bisa menegakan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat khususnya para buruh yang tengah berjuang menuntut haknya.

“Kami harapkan pihak Polres (Tangsel) lebih mengerti dengan menempatkan kewenangannya dalam kasus sengketa buruh dan SCS dengan cara tidak adanya pemindah tanganan kebendaan objek gugatan yang tengah berpekara,” tandas Marjudun. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook