PT Huaxing Industri Diduga Melanggar UU, Karyawan Mengadu ke Disnaker

BOGOR, INDONEWS – PT. Huaxing Industri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang peleburan besi. Perusahaan ini berdomisili di jalan Raya Narogong, Kampung Rawa Hingkik, RT 02/01, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Diduga perusahaan melanggar Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan Pasal 59 ayat 6 dan ayat 7 tentang pembaharuan PKWT.

Pasalnya salah satu karyawan perusahaan tersebut, Ata Bin Empen warga Kampung Rawa Hingkik, RT 01/01 Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi yang merupakan karyawan harian lepas telah bekerja selama 9 tahun di PT Huaxing Industri, namun belum diangkat statusnya menjadi karyawan tetap.

Ata kepada Indonews menceritakan, bekerja di PT.Huaxing Industri mulai bulan Agustus tahun 2011, dan disaat ini ditempatkan menjadi operator servis tungku.

“Sejak bekerja tahun 2011, hingga saat ini saya belum mendapatkan kejelasan tentang hak status karyawan di mana. Setahu saya, kalau menurut UU Ketenagakerjaan, jika bekerja sudah lebih dari dua tahun dan tidak pernah di-off, harus diangkat menjadi karyawan,” katanya, Rabu (10/2/2021).

“Dengan dasar permasalahan tersebut, saya hari ini datang ke Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 1 Bogor,” sambung Ata.

Dia berharap pengaduannya segera ditangani dan bisa diselesaikan oleh pihak UPTD Pengawasan Provinsi Jawa Barat, sehingga dirinya mendapatkan kejelasan tentang status kerja.

Staf TU pada Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 1 Bogor, Moch Arifin membenarkan tentang adanya pengaduan dari salah satu karyawan PT. Huaxing industri di Cileungsi.

“Iya betul, kami menerima pengaduan dari saudara Ata Bin Empen yang bekerja di PT. Huaxing Industri dan sudah kami catat pengaduannya, dan segera didisposisi ke bagian pengawasan wilayah Cileungsi,” kata Arifin saat ditemui Indonews, di ruang kerjanya, Jln. Ks Tubun, Nomor 150, Cibuluh Kota Bogor.

Lebih jauh disebutkan, pengadua Ata sudah dibaca dan pelajari, sehingga jika menurut berita acara pengaduan, bahwa perusahaan tersebut diduga melanggar UU Ketenagakerjaan. Sebab, menurut aturan seharusnya karyawan tersebut sudah diangkat menjadi karyawan tetap.

“Tapi kita tetap harus menunggu hasil yang akurat dan fik dari hasil investigasi bagian pengawasan yang akan segera turun langsung ke lapangan. Ya kita tunggu saja hasilnya nanti,” pungkas Arifin. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook