Lokasi Rawan Banjir, Sungai Ciliwung dan Cikeas Dikeruk

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Muspida Kabupaten Bogor saat meninjau proses normalisasi kali Ciliwung dan Cikeas di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021).

BOGOR, INDONEWS – Bupati Bogor Ade Yasin bersama Muspida Kabupaten Bogor melakukan peninjauan dan normalisasi kali Ciliwung dan Cikeas di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021).

Sebanyak 6 RW di Desa Bojong Kulur dikunjungi Ade Yasin bersama Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim 0621 Letkol Inf Sukur Hermanto, Kasat Pol PP Agus Ridho, Kadis PUPR Soebiantoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asnan, Camat Gunung Putri, Kapolsek Gunung Putri, Danramil Gunung Putri, Kepala Desa Bojong Kulur, BPBD dan beberapa kepala desa di Kecamatan Gunung Putri.

Rombongan melakukan aksi bersih-bersih dan pengerukan genangan lumpur dengan menggunakan perahu karet pada sepanjang aliran sungai Ciliwung dan Cikeas yang melintasi lingkungan RW 22, RW 28, RW 29, RW 31, RW 32, RW 38 sepanjang 2 kilometer.

Disela kegaiatan, bupati bersama rombongan muspida melakukan tatap muka dengan warga terdampak luapan air sungai Ciliwung dan meninjau lokasi pemasangan jembatan dan pekerjaan tanggap darurat banjir.

Usai acara, Ade Yasin menyampaikan terkait melakukan peninjauan langsung pengerukan Sungai Cileungsi, yaitu untuk mengoptimalkan penanganan masalah banjir di wilayah Bojong Kulur.

“Kita bersama-sama mrlakukan susur sungai Cileungsi sepanjang 2 kilometer. Ada beberapa persoalan yang kaitan terjadinya banjir di Bojong Kulur ini. Salah satunya pendangkalan sungai dan tujuh titik. Kita bersihkan dan kita keruk agar tidak dangkal kalinya. Pengerukan sungai akan terus dilanjutkan hingga maksimal,” kata Ade.

Dikatakannya, kegiatan ini dilakukan secara gotong-royong antar dinas terkait dengan melibatkan Dinas PUPR, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan fokompincam serta masyarakat.

“Berdasarkan hasil peninjauan dan penelusuran di lapangan ada penurunan pencemaran wilayah di Bojong Kulur dibanding tahun 2020 lalu,” tutupnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook