Pembangunan 50 Kantor Desa Akan Diprioritaskan

SERANG, INDONEWS – Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih menjadi sebuah kegaduhan di tengah masyarakat, namun tidak mengurangi kesemangatan untuk tetap melaksanakan roda pemerintahan, termasuk menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), karena sudah menjadi baku yang harus dilaksanakan oleh masing desa maupun kecamatan.

Selain itu, musrenbang juga menjadi salah satu keputusan dan suatu kepedulian pemerintah guna menampung aspirasi masyarakat, untuk menentukan baik pembangunan, kesehatan, pendidikan, dan SDM-nya untuk satu tahun kedepan, acara tersebut digelar di aula setempat.

Dalam kesempatan hadir, dari unsur muspika TNI/Polri , tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua  FDBPD, para Ketua RT maupun RW se Kecamatan Gunungsari.

Camat Gunung Sari Drs. H. Amirudin MS.i menjelaskan, kegiatan pemerintahan yang harus diprioritaskan  antara lain jalan poros kabupaten dari desa Tami-Cibetik yang sudah terlealisasi tahun ini.

“Sekarang ini, tinggal melanjutkan pengecoran dari Cokok sampai Curug Sulandana samapai ke jalan provinsi. Alhamdulillah sudah terlealisasi,” ungkapnya.

Dikatakan, hal lain yang menjadi ganjalan serta persoalan saat ini dalam menindaklanjuti Desa Tamiyang, karena hingga saat ini belum memilki kantor desa.

“Kemudian ada terobosan baru, yakni sekitar 50 kantor desa yang akan dibangun dan direalisasi. Namun, belum ketahuan apakah Desa Tamiyang masuk tandakutip dibangun yang sebenarnya pengajuannya sejak tahun 2020 kemarin. Kita juga harus memahami, karena mungkin dampak dari Covid-19, sehingga APBD Kabupaten Serang sempat tertunda,” jelas camat.

Camat Amirudin berharap, melualui musrenbang seluruh usulan dan pengajuan masyarakat secepatnya terlealisasi, termasuk Desa Tamiyang.

“Saya akui bahwa di Kecamatan Gunung Sari tidak ada anggota dewan (anggota legislatif) baik pusat, provinsi maupun kota alias tidak ada yang menjadi anggota perwakilan rakyat, itu sangat mempengaruhi,” jelas Amirudin.

Dengan demikian, imbuhnya, pelaksanaan musrenbang tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana saat ini harus mengikuti anjuran pemerintah dan sesuai peraturan protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 3M.

Menyinggung terkait perusahaan ayam di wilayahnya, camat mengaku bahwa perusahaan itu sudah mengantongi surat ijin membangun (IMB), bahkan dari masyarakat setempat pun sudah dilengkapi perusahaan.

Di tempat terpisah, Ketua FK BPD Kecamatan Gunung Sari, TB. Abdul Muiz mengungkapkan terkait tindaklanjuti Musrembang di Kecamatan Gunung Sari.

“Kami atas nama Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FK-BPD) Kecamatan Gunung Sari mempertanyakan terkait perijinan ternak ayam di wilayah lingkungan kami, apakah sudah sesuai mekanismenya dan buktinya sesuai perda yang menyangkut dengan hal perijinan perusahaan ternak ayam tersebut atau belum,” ungkapnya.

“Mohon para kepala desa dan unsur muspika melakukan sidak dan evaluasi ulang atau langsung mengambil langkah investigasi terkait hal tersebut agar tidak terkesan ada yang dirugikan dari pihak masyarakat setempat,” tegas Abdul Muiz.

Dikatakan, juga harus tertera jelas dan terpublikasi terkait perijinan tersebut agar masyarakat secara umum, khususnya warga Kecamatan Gunung Sari tahu sejauh mana tentang keresmian dan keabsahanya secara aturan.

“Dan terkait kesejahteraan masyarakat, sejauh mana pihak perusahaan berkontribusi sesuai aturan yang berlaku dalam perda yang terkait dengan hal tersebut diatas,” ujar Abdul Muiz.

Ia pun menyinggung mekanisme CSR, yang seharusnya ada pemaparan jelas dari pihak perusahaan kepada masyarakat yang pengelolaanya terstruktur dengan baik agar tersalurkan sesuai aturan. Jangan ada pihak ketiga yang memanfaatkn untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” katanya.

Dengan terselenggaranya mekanisme yang baik dan tidak cacat secara aturan, sambungnya, akan membangun kerja sama yang baik dalam semua aspek kehidupan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang berkekelanjutan, tanpa menimbulkan gejolak sosial di kehidupan masyarakat. (Asm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook