Terkait Relokasi PKL Kolong Play Over, Kades Cileungsi Kidul Minta Warga Bersabar

BOGOR, INDONEWS – Menindaklanjuti penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kolong Play Over Cileungsi seminggu lalu, Muspika Cileungsi bersama KNPI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ormas dan LSM melakukan bersih-bersih lokasi, Selasa (16/2/2021).

Upaya ini dilakukan guna terciptanya ketertiban serta keindahan kolong Play Over Cileungsi. Kegiatan dipimpin Plt Camat Cileungsi Wawan Suryana dan Kapolsek Cileungsi Andri Alam, serta Danramil 2106/Cileungsi Mayor Inf Acep Komarudin.

Kegiatan Ini juga dihadiri Kepala Desa Cileungsi Kidul, Rudi Sukarya dan Kepala Desa Cileungsi Beni Sopian serta Ketua KNPI Cileungsi, Wahyudi.

“Terima kasih atas kerja samanya, jajaran muspika Kecamatan Cileungsi, OKP dan ormas yang sudah peduli dengan lingkungan yang ada di bawah Play Over Cileungsi. Kita sebagai pemuda membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang bersih,” kata Wahyudi.

Dikatakan, semua lapisan masyarakat khususnya pemuda bisa sama-sama membantu dan menjaga lingkungan agar peruntukan pedagang kaki lima disediakan tempat yang memang mereka juga bisa tetap berjualan.

“Kita tidak sekadar bisa memindahkan, tapi memberikan solusi agar mereka bisa tetap berjualan,” ujar Ketua KNPI itu.

Dia menambahkan, pemerintah menentukan keputusan yang berdampak untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

“Kalau disitu nanti ada praktik bisnis dan sebagainya yang merugikan masyarakat, sama-sama kita dorong untuk mengawal, agar lingkungan tetap bersih dan pemuda juga bisa ikut berperan serta menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya.

Di tempat sama, Kades Cileungsi Kidul, Rudi Sukarya memaparkan terkait relokasi pedagang yang sebelumnya sudah digusur serta ditertibkan.

“Jika kedapatan masih ada warga yang bandel dan berjualan di kolong Play Over Cileungsi, Polsek Cileungsi akan bertindak tegas sesuai pernyataan beliau tadi,” katanya.

“Para pedagang yang saat ini yang sudah tidak berjualan lagi di sini, menginginkan ada tempat baru agar mereka bisa tetap berjualan (relokasi), namun karena tempat yang baru untuk mereka direlokasi belum siap, jadi saya minta agar bersabar,” katanya.

Dia juga berharap permasalahan ini segera teratasi. Pihaknya akan terus berusaha agar mereka segera bisa berjualan di tempat yang baru.

“Saat ini tempat baru itu masih terkendala izin dari pemerintah daerah. Harapan saya pemerintah daerah segera merealisaikan hal ini,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook