THM dan Pijat Spa/Refleksi Kota Wisata Masih Bandel, Akan Disegel

BOGOR, INDONEWS – Guna menekan dan mempersempit Penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pra Adaptasi Kebiasan Baru menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sesuai Perbub No. 443/141/kpts/per-UU/2021 hingga kesepuluh, berlaku 9 Februari sampai dengan 22 Februari 2021.

Satpol PP, Pemda bersama Satgas Covid-19 kecamatan hingga desa terus gencar melakukan Operasi Yustisi diberbagai tempat. Banyak aktivitas dan kegiatan tempat usaha yang disidak, diimbau serta dilakukan penertiban hingga penyegelan. Namun kenyataannya tidak membuat para pemilik usaha  tersebut patuh dan taat.

Terpantau di pangkalan 12 Cileungsi serta beberapa ruko di Kota Wisata yang masuk wilayah Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi dan Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih banyak tempat hiburan malam (THM) pijat Spa/Refleksi yang nekad beroperasi di masa PPKM, bahkan diduga jadi sarang prostitusi terselubung.

Padahal sudah jelas tertuang dalam Perbub tentang PSBB dan PPKM salah satu aktivitas yang dilarang beroperasi adalah usaha Pijat, Spa/Refleksi dan THM.

Kepala Satuan (Kasat) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho selaku penegak perda saat dikonfirmasi terkait tempat tersebut yang terkesan membandel dan mengabaikan perbub menyampaikan bahwa pihaknya sudah berapa kali menindak, namun selalu bocor ketika akan melakukan sidak, sehingga tempat tersebut tutup.

“Inilah salah satu probelm kita. Tapi nanti kita tidak akan berhenti dan tidak akan kendor untuk menindak tempat-tempat seperti itu, apalagi yang melanggar, kami tidak akan pernah bosan,” kata Agus, Minggu (14/2/2021).

Dia juga mengatakan, karena sudah berkali-kali ditindak tapi masih membandel, maka akan ada sanksi yang lebih berat.

“Sanksinya pun bertahap, dari denda yang paling ringan hingga denda yang paling berat, tapi kalau bandel terus bisa disegel dan dicabut izinnya,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook